Cerita Nahas Korban Gempa Sukabumi, 30 Menit Tertimbun Reruntuhan Rumah

Gempa bumi yang melanda Sukabumi, Jawa Barat, Selasa sore (10/3/2020) meninggalkan sejumlah duka. Salah satunya Haji Anna, warga Kampung Nangerang, Desa Pulosari.

oleh Liputan6.com diperbarui 12 Mar 2020, 11:00 WIB
Penduduk desa memeriksa rumah mereka yang rusak setelah gempa magnitudo 5,1 di Sukabumi, Jawa Barat (10/3/2020). Pusat gempa tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer. (AFP/Wulung Widarba)

Liputan6.com, Sukabumi - Gempa bumi yang melanda Sukabumi, Jawa Barat, Selasa sore (10/3/2020) meninggalkan sejumlah duka. Salah satunya Haji Anna, warga Kampung Nangerang, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, yang rumahnya runtuh akibat gempa tersebut. Bahkan dirinya sempat tertimbun reruntuhan rumah sebelum akhirnya bisa selamat.

​​​​​​"Sekitar 30 menit saya terjebak tertimbun reruntuhan rumah yang ambruk, tapi Alhamdulillah bisa berhasil menyelamatkan diri dan hanya luka lecet di kepala, tangan dan kaki," katanya, Rabu (11/3/2020).

Saat getaran gempa terasa sekitar pukul 17.30 WIB, Anna sedang beristirahat sambil menyaksikan siaran televisi di ruang tengah rumahnya bersama istri dan cucunya. Anak bungsunya berada di lantai dua.

Dalam kepanikan, Anna beranjak dari kursi tempat dia duduk, berusaha menyelamatkan anggota keluarganya. Namun lantai dua di rumahnya kemudian ambruk dan reruntuhannya menimpa dia.

Anna tertimbun reruntuhan rumah usai gempa Sukabumi. Dia masih sadar ketika itu, dan berusaha berteriak minta tolong. Namun teriakan pria 57 tahun itu tidak terdengar oleh warga.

Anna berdoa sambil berusaha menghirup udara yang sudah bercampur debu. Ia kemudian teringat dengan telepon seluler dalam genggamannya dan menyalakan lampu telepon seluler.

Setelah itu dia berjuang untuk keluar dari reruntuhan rumah. Anna akhirnya berhasil mengeluarkan separuh badan dari reruntuhan. Warga yang melihat dia kemudian menolongnya keluar dari puing-puing rumah.

Proses evakuasi berjalan kurang mulus karena bagian kaki Anna terjepit beton. Begitu berhasil diangkat dari reruntuhan, Anna langsung dibawa ke klinik terdekat.

"Berhasil keluar dari reruntuhan pukul 18.00 WIB. Saat di bawah reruntuhan saya hanya bisa mengatur napas," katanya.

Istri Anna, Mimin (55), bagian kepalanya juga terluka karena tertimpa reruntuhan rumah ketika hendak membuka pintu untuk menyelamatkan diri. Bagian kepalanya harus dijahit.

Anak bungsunya, Andi Maulana (18), yang saat kejadian berada di lantai dua sempat terjatuh dan tertimpa dinding rumahnya yang roboh. Sementara cucu Anna dan Mimin berhasil menyelamatkan diri tanpa cedera sedikitpun. Kini keluarga Anna mengungsi ke rumah kerabat mereka.

Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono menjenguk Anna, mendengar ceritanya menyelamatkan diri dari reruntuhan rumah.

Dia menugasi tim Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kelapanunggal membantu Anna dan melayani korban gempa lain yang membutuhkan pertolongan medis.

"Kami pun sudah mendatangkan satu unit alat berat untuk membongkar reruntuhan rumah Pak Haji Anna agar korban bisa mengambil barang berharganya yang tertimbun puing," katanya.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya