Sosok Sederhana Dandim Kuala Kapuas, Korban Kecelakaan Speedboat Paspampres

Dandim Kuala Kapuas yang jadi korban meninggal dalam kecelakaan speedboat Paspampres itu merupakan orang asli kelahiran Manjung, Ngawen, Klaten.

oleh Fajar Abrori diperbarui 10 Mar 2020, 16:00 WIB
Pelayat Padati Rumah Duka Dandim Korban Kecelekaan Speedboat Paspampres di Klaten. (Liputan6.com/Fajar Abrori)

Liputan6.com, Solo - Pelayat mulai berdatangan ke rumah duka Dandim 1011 Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono, yang menjadi korban kecelakaan speedboat rombongan Paspampres. Rencananya jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ratna Bantala Klaten.

Pantauan Liputan6.com, ratusan pelayat tampak memenuhi rumah duka keluarga Letkol Kav Bambang Kristianto Bawono yang beralamat di RT 3 RW 1 Manjung, Ngawen, Klaten, Selasa, 10 Maret 2020. Tak hanya itu, sejumlah karangan bunga dukacita juga memadati di pinggir jalan menuju rumah duka. Bahkan, Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kasad, dan pejabat lainnya ikut mengirim karangan bunga di rumah duka.

Menurut Ketua RW 1 Manjung, Sriyono, korban yang meninggal dalam kecelakaan speedboat Paspampres itu merupakan orang asli kelahiran Manjung, Ngawen, Klaten. Setelah menyelesaikan bangku Sekolah Menengah Atas, ia langsung menjalani pendidikan militer di Akmil Magelang.

"Sejak kecil hingga SMA sekolah di Klaten. Tapi setelah lulus dari Akmil, Mas Bambang tugasnya banyak di luar Jawa," kata dia di rumah duka, Selasa, 10 Maret 2020.

Korban, menurut Sriyono, merupakan sosok yang rendah hati dan sederhana. Meskipun sebagai seorang pejabat militer, tetapi dalam kehidupan sehari-hari saat mudik ke kampung halaman selalu bergaul dengan masyarakat sekitar.

"Mas Bambang itu orangnya pendiam dan ramah dengan warga. Walaupun orang TNI, tapi kelihatan seperti orang sipil, tidak seperti orang angkatan," ujarnya.

Bambang merupakan anak nomor dua dari empat bersaudara. Lantaran tugasnya di luar Jawa, ia mudik ke Klaten hanya setahun sekali saat libur panjang.

"Ini rumahnya di sini juga kosong hanya pembantu yang tinggal. Mas Bambang kalau pulang ke Klaten paling setahun sekali. Dia juga punya rumah di Jogja," ucapnya.

Menurut Sriyono, nantinya jenazah kecelakaan speedboat Paspampres itu akan dimakamkan di TMP Ratna Bantala Klaten. Sebelum diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir akan disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka untuk dilakukan upacara kebaktian.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya