Komisi I Membuat Petisi Mengutuk AS

Separuh anggota Komisi I DPR menandatangani petisi berisi kutukan terhadap CIA dan Amerika Serikat. Komisi I mendesak pemerintah segera bertindak tegas.

oleh Liputan6Diterbitkan 24 September 2002, 17:37 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Komisi I DPR mendesak pemerintah bersikap tegas terhadap Amerika Serikat menanggapi tuduhan jaringan teroris Al Qaeda di Indonesia. Para anggota Komisi I tak puas dengan penjelasan pemerintah soal aksi Pusat Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) yang cenderung menyudutkan. Ujungnya, mereka membuat petisi dan mengumpulkan tanda tangan buat mengutuk negeri adidaya itu. Aksi tersebut dilakukan di sela-sela acara Rapat Kerja Komisi I dengan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/9) siang.

Hingga siang tadi, telah terkumpul 22 tanda tangan. Petisi ini berbunyi seruan agar pemerintah segera membantah tuduhan CIA. Pasalnya, hingga kini pemerintah belum mengeluarkan pernyataan resmi terhadap kebenaran pengakuan Omar Al-Faruq yang dilansir Majalah TIME. Komisi I juga mengutuk CIA dan pemerintah AS karena mereka berencana dan mengupayakan memecah belah Bangsa [baca: Din Syamsudin: Dokumen CIA, Skenario Menyudutkan Indonesia]. "Ini protes kami terhadap pemerintah AS yang terus melakukan tekanan politik terhadap Indonesia dengan masalah terorisme. Padahal apa yang dilansir CIA itu tidak terkonfirmasi dan sepihak," kata Mashadi, pegagas petisi.

Komisi I menilai, jika tidak bertindak tegas, peluang buat mendikte Indonesia lebih terbuka. Mashadi berpendapat, dampak tuduhan tersebut akan meluas pada perekonomian nasional. Apalagi, banyak perusahaan AS di Tanah Air. Menanggapi desakan anggota Dewan, Menlu Hassan Wirajuda mengaku telah meminta Kepolisian RI untuk mencari kebenaran berita itu.(KEN/Olivia Rosalia dan Dwi Nindyas)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya