Kemendagri Minta Seluruh Kepala Daerah Berkoordinasi dengan Pusat soal Virus Corona

Kementerian Dalam Negeri meminta seluruh kepala daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan terkait penyampaian penyebaran virus corona.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 04 Maret 2020, 13:02 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta agar kepala desa jangan langsung diproses hukum, jika salah dalam input administrasi Dana Desa (Liputan6.com / Nefri Inge)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri meminta seluruh kepala daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan terkait penyampaian penyebaran virus corona (Covid-19).

Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Kastorius Sinaga dalam keterangannya, Rabu (4/2/2020), yang menyampaikan arahan Mendagri Tito Karnavian.

"Informasi terkait dengan Novel Corona Virus dilakukan lewat satu pintu pusat informasi yang dipimpin oleh Kemenkes. Sistem satu pintu informasi ini untuk mencegah kesimpangsiuran informasi yang dapat muncul di masyarakat," kata Kastorius.

Dia menuturkan, Mendagri Tito meminta agar pemda bersama instansi vertikal di daerah melakukan upaya pencegahan.

"Mitigasi, dan kesiapsiagaan sesuai prosedur yang sudah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan," jelas Kastorius.

Dia pun menyebutkan, pemda diminta berkordinasi dengan instansi terkait.

"Dengan tetap menjaga iklim kondusif di daerah dan tetap melaporkan setiap perkembangan di daerah masing-masing atas virus corona  secara cepat dan akurat," pungkasnya.

Saksikan video di bawah ini:

Pemda Jangan Mendramatisir

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md, menuturkan, informasi soal penanganan virus Corona (covid-19) sudah terpusat di Kementerian Kesehatan. Dia pun meminta jangan sampai pemerintah daerah mendramatisir masalah ini. Apalagi terhadap informasi yang belum jelas.

"Diharapkan juga pemerintah jangan terlalu mendramatisir persoalan. Terutama pemerintah-pemerintah daerah itu. Ada sesuatu yang belum jelas, sudah konferensi pers Corona," kata Mahfud di kantornya, Jakarta, Selasa (3/2/2020).

Dia sempat menyinggung juga soal kabar Cianjur, yang awal disebut positif kena Corona, tapi sebenarnya pembengkakan jantung.

"Oleh sebab itu, setiap daerah itu supaya membuat tenang, tidak membuat situasi seperti menakutkan itu. Biasa saja, itu biasa-biasa saja," jelas Mahfud.

Menurut dia, seperti yang disampaikan Menteri Kesehatan, bahwa flu biasa yang lebih banyak membunuh manusia. Bukan hanya Corona.

Dia pun menuturkan, jangan ada pemerintah daerah mencari panggung akan hal ini.

"Oleh sebab itu masalah-masalah teknis penanganan sekarang. Jangan bicara sendiri-sendiri, termasuk saya. Saya hanya menyampaikan itu sudah terpusat, itu yang sifatnya politis bukan teknis penanganannya supaya berhati-hati memberi keterangan itu, jangan terkesan ingin mendramatisir, mencari panggung, jangan terkesan itu," pungkasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya