Polisi Telusuri Kasus Perampokan Toko Emas di Wonokromo Surabaya

Perampokan toko emas terjadi sekitar pukul 16.00 WIB pada Sabtu pekan lalu. Peristiwa tersebut membuat sejumlah pengguna jalan dan warga sekitar terkejut di Kawasan Jalan Raya Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.

oleh Liputan6.com diperbarui 18 Feb 2020, 13:30 WIB
Ilustrasi Foto Perampokan dan Pembobolan. (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Kepolisian masih menyelidiki perampokan toko emas di Kawasan Jalan Raya Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu sore, 15 Februari 2020.

Perampokan toko emas terjadi sekitar pukul 16.00 WIB pada Sabtu pekan lalu. Peristiwa tersebut membuat sejumlah pengguna jalan dan warga sekitar terkejut di Kawasan Jalan Raya Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur.

Pelaku perampokan toko emas diduga dua orang dengan membawa senjata clurit dan sebuah senjata api. Pelaku pun menyamar sebagai pembeli dalam melakukan aksinya.

Namun, ketika di dalam toko, keduanya langsung menodongkan senjata dan menguras ems yang dipajang di etalase. Kedua pelaku kabur ketika alarm milik toko berbunyi keras. Salah satu pelaku sempat melukai seorang pegawai toko yang mencoba melawan. Pejaga toko terluka karena dipukul oleh gagang clurit.

"Teridentifikasi dua pelaku. Sementara tahap pengembangan. Kita pelajari dari bukti-bukti yang ada. Kerugian ditaksirkan pemilik sekitar Rp 100 juta," ujar Kompol Chrisopher A.Lebang, Kapolsek Wonokromo Surabaya, seperti dikutip dari tayangan Fokus, Selasa (18/2/2020).

Sementara itu, Pemilik Toko Emas Anton menuturkan, kerugian dialami sekitar ratusan juta rupiah. "200 gram, nilainya Rp 120 juta. Ada alarm,” kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya