Menikmati Ikan Mujair Asap, Kuliner Khas Sidoarjo

Sebagian besar masyarakat Desa Permisan dan Penatarsewu, Sidoarjo, Jawa Timur menjalankan usaha ikan asap.

oleh Liputan6.com diperbarui 17 Jan 2020, 06:00 WIB
Ilustrasi Ikan. (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Jawa Timur, salah satu provinsi yang ada di Indonesia ini dikenal dengan tempat wisata yang unik dan menarik. Dari mulai wisata tematik, sejarah, dan khususnya pantai ada di Jawa Timur.

Pantai-pantai yang menenangkan tersebut tersebar dan menyelinap di balik riuhnya kehidupan perkotaan. Selain itu, Jawa Timur juga terkenal dengan kawasan Pantura (Pantai Utara).

Karena mempunyai banyak pantai, maka tak heran jika di Jawa Timur banyak ditemukan pasar atau pedagang yang menjual hasil laut baik yang masih mentah maupun sudah matang.

Di salah satu daerahnya, yaitu Sidoarjo, menjajakan banyak olahan hasil laut yang segar. Sidoarjo mempuyai keunggulan di sektor perikanan, khususnya hasil laut udang dan ikan bandeng yang menjadi maskot Kabupaten Sidoarjo.

Namun, tak hanya udang dan ikan bandeng saja yang menjadi produk unggulan dari kota ini, ada satu olahan makanan yang juga banyak digandrungi, yaitu mujair asap.

Mujair asap menjadi salah satu hal yang tak boleh dilewatkan ketika sedang berada di Sidoarjo. Mengutip dari indonesia.go.id,di  Desa Permisan dan Penatarsewu 90 persen warganya membuka usaha ikan asap. Hal ini sudah berlangsung terhitung sejak 1940.

Ikan segar dibeli dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di lingkar timur Sidoarjo, dari nelayan, atau dari tambak langsung. Ikan-ikan tersebut diolah dan kemudian ditusuk dengan besi tabung yang cukup menampung 10 ikan. Kemudian ikan diasapi dengan cara dipanggang di atas tungku pembakaran.

Pembakaran untuk mengasapi ikan menggunakan tempurung kelapa. Hal ini karena tempurung kelapa dapat menstabilkan suhu bara. Proses pembuatan mujair asap ini memakan waktu 3 jam lamanya. Untuk harga mujair asap, biasanya dibanderol dengan harga Rp 60.000 – Rp 65.000.

Setiap hari, usaha ikan mujair asap ini bisa menghabiskan paling sedikit 2,5 – 3 kuintal karena akan didistribusikan ke pasar-pasar tradisional seperti Pasar Porong.

Jika bosan dengan olahan udang dan bandeng, tak ada salahnya jika Anda mencicipi kuliner khas dari kota Delta, mujair asap.

 

 

(Shafa Tasha Fadhila-Mahasiswa PNJ)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya