Polisi Akan Periksa Pramugari Garuda Terkait Pelaporan Akun @digeeembok

Yusri tak menjelaskan secara rinci pukul berapa Siwi bakal menjalani pemeriksaan perdananya. Serta apa saja yang bakal ditanyakan Penyidik Polda Metro Jaya.

oleh Liputan6.com diperbarui 13 Jan 2020, 08:47 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus (Aditya Prakasa/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi akan memeriksa pramugari Garuda Indonsesia Siwi Widi Purwanti sebagai pelapor akun Twitter @digeeembok, Senin hari ini.

"Rencananya begitu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Yusri tak menjelaskan secara rinci pukul berapa Siwi bakal menjalani pemeriksaan perdananya. Serta apa saja yang bakal ditanyakan Penyidik Polda Metro Jaya.

Yusri mengungkapkan, pihaknya sudah mengambil dan menganalisa barang bukti yang diberikan pelapor. Nantinya, penyidik akan meminta keterangan saksi ahli usai memeriksa Siwi dan saksi.

"Kalau sudah lengkap, akan dilakukan gelar perkara. Apakah memenuhi unsur pasal yang disangkakan. Setelah itu, baru naik ke sidik," ungkapnya.

Sebelumnya, Pramugari Garuda Indonesia yang dituduh sebagai gundik atau wanita simpanan para jajaran Direksi Garuda, Siwi Widi melaporkan akun @digeeembok ke Polda Metro Jakarta. Laporan yang bernomor LP/8420/XII/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus itu bertanggal 28 Desember 2019.

Menurut kuasa hukum Siwi, Elza Syarief, akun @digeeembok telah mencemarkan nama baik kliennya dan dilaporkan dengan pasal terkait UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Pasal 310 KUHP Jo. Pasal 311 KUHP," terang Elza di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (10/1).

Elza menjelaskan, kasus ini bermula saat akun Twitter @digeeembok menuding Siwi sebagai gundik para direksi di Garuda Indonesia. Akibat tulisan itu, kata Elza beberapa medi online mengutip cuitan dari akun tersebut.

"Klien kami merasa terganggu akibat beredarnya informasi yang kebenarannya patut dipertanyakan tersebut," tukasnya.

Tudingan ini merupakan buntut dari terkuaknya kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton dalam penerbangan perdana Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia dari Paris. Pihak Bea dan Cukai menemukan 18 kotak berisi barang-barang selundupan. Setelah diusut, beberapa barang itu milik Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara.

Akun Twitter itu juga menuding salah satu pramugari di Garuda Indonesia dipelihara oleh Ari sebagai gundiknya.

"Akun tersebut mengungkap segala kejanggalan yang terjadi dalam tubuh manajemen Maskapai Garuda Indonesia berdasarkan asumsi dan pandangannya," cetus Elza.

Reporter: Nur Habibie

Saksikan video pilihan di bawah ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya