SHOWBIZ UNCENSORED: Aku Disingkirkan dari Megaproyek Film Box Office (Bagian 3)

Di bagian ke-3 Showbiz Uncensored ini ada Zoel yang juga seperti cenayang yang selalu hampir tahu hal buruk maupun baik yang menimpa Mala, sang aktris.

oleh Anjali LDiterbitkan 04 Desember 2019, 20:45 WIB
Showbiz Uncensored

Liputan6.com, Jakarta Oke, fix. Selain kayak jelangkung, Zoel juga cenayang. Dia hampir selalu tahu hal buruk maupun baik yang menimpaku. Jangan-jangan nanti kalau aku punya pacar, Zoel tahu kami berdua sudah sejauh mana dan ngapain aja.

Zoel yang lagi galau (dan aku enggak tahu penyebabnya apa) menghempaskan tubuh di sofa ruang tamuku. Tanpa diminta ia menyalakan televisi. Samar-samar terdengar program infotainment menayangkan kegiatan Rana Akila lagi creambath di lokasi syuting sinetron. Zoel buru-buru mengganti kanal televisi.

Kali ini stasiun televisi khusus berita menayangkan sesi wawancara dengan Bayanaka dan Iwan Respati soal proses pemilihan para pemain Semalam Di Pelukmu. Zoel buru-buru menggantinya ke kanal televisi khusus musik.


Zoel Gabut, Hidupku Ambyar

teh / Image: Unsplash

Sementara aku di dapur meracik teh manis hangat dan mengambil 2 stoples kukis cokelat almond serta pandan favoritnya. Seminggu ini, kuperhatikan Zoel gabut banget. Kerjaannya cuma siaran radio kemudian ngerecokin kehidupanku yang lagi ambyar ini. Jangan-jangan dia ditolak gebetan (lagi)?

"Ngapain diganti-ganti channel-nya. Gue enggak sejijik itu kali sama Rana dan megaproyek Semalam di-PHP," aku memulai obrolan sambil meletakkan secangkir teh di meja bundar.

"Ayolah temanin gue ke Jogja. Janji, deh nginepnya di hotel bintang lima," ujarnya.

"Lo tuh galau kenapa lagi, sih? Jatuh cinta tapi enggak berani ngomong? Kayak anak perawan aja," aku menyahut.

"Pengin kulineran. Foto-foto di candi. Sekalian nyari jadah bacem."


Nomor Tak Dikenal

Belum sempat kujawab, ponselku berdering. Dari nomor tak dikenal.

Seseorang di ujung sana memperkenalkan diri sebagai Hari Radianto. Seperti pernah baca nama ini di sebuah credit tittle film Indonesia tapi aku lupa judulnya. Padaku, Mas Hari mengajak bertemu di warung kopi milik orang tuanya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, lusa jam 4 sore.

"Iya, Mala. Ini gue yang dulu menulis naskah film Tak Ada Matahari Esok Pagi. Kan lo datang ke gala premiernya di kawasan Kuningan,” Hari mengingatkan.

Ah, akhirnya aku teringat. Mengetahui hal ini, Zoel semringah. Menurutnya, ini pertanda baik.

Lanjut Baca:

Zoel memberi tahu, Hari dulu pernah bikin proyek film indi tentang pedangdut yang dilabrak perempuan pengusaha waralaba laundry baju. Pedangdut ini dituduh menggoda suami si pengusaha. Tak punya cukup dana, proyek tak berjudul ini mangkrak. Dengar-dengar, dari hasil menggerakkan empat warung kopi di Jakarta selama beberapa tahun, Hari bermaksud melanjutkan proyek film ini. Zoel menduga, Hari akan meminangku menjadi pemain. Ia menduga mukaku bisa didandani menor sehingga tampak dangdut banget. Kurang ajar si Zoel! "Sekarang banyak keleus pedangdut yang riasannya enggak menor dan baju manggungnya berkelas," ketusku pada Zoel.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya