Nasib Pejalan Kaki di Trotoar Kuningan

Salah satu pejalan kaki, Mei mengatakan, trotoar yang terputus itu mesti segera diselesaikan perbaikannya.

oleh Nanda Perdana Putra diperbarui 25 Nov 2019, 08:18 WIB
Trotoar di Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, mengarah ke Kota Kasablanka, Senin (25/11/2019). (Liputan6.com/ Nanda Perdana Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah trotoar di Jakarta tengah dalam tahap perbaikan. Seperti di Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, mengarah ke Kota Kasablanka. Persis di samping jalur protokol Sudirman-Thamrin, trotor itu terputus.

Pantauan Liputan6.com, Senin (25/11/2019), aktivitas masyarakat di trotoar tersebut hingga pukul 07.00 WIB pagi makin ramai. Terlebih, persis di belokan jalan menjadi titik angkut pengguna moda transportasi bus Transjakarta transit.

Terlihat pengguna jalan mengambil jalur sekenanya melintasi trotoar tersebut. Ada yang memilih masuk dan menginjak lokasi proyek.

Yang lainnya keluar dari trotoar dan berjalan di sepanjang tepian jalur beraspal.

Salah satu pejalan kaki, Mei mengatakan, trotoar yang terputus itu mesti segera diselesaikan perbaikannya.

"Ini naik Transjakarta kan di sini, trotoar dilebarkan jalannya (mobil) jadi sempit, tapi kita bingung jalan di mana," kata Mei.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Anggaran Trotoar DKI

Trotoar di Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, mengarah ke Kota Kasablanka, Senin (25/11/2019). (Liputan6.com/ Nanda Perdana Putra)

Dinas Bina Marga DKI Jakarta bersama Komisi D DPRD menyepakati untuk memangkas anggaran pembangunan trotoar dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD 2020.

Awalnya anggaran trotoar diusulkan sebesar Rp 1,2 triliun dan kini dipangkas sebesar Rp 204 miliar. Pemangkasan itu akibat adanya efisiensi anggaran trotoar.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menyatakan, pihaknya membatalkan pembangunan trotoar di sejumlah jalur. Di antaranya di Jalan Letjen Suprapto, Kebon Sirih dan Balap Sepeda.

"Paket satu efisiensi kami kurangi sekitar Rp 152,4 miliar. Kemudian paket dua kami kurangi Rp 51,6 miliar," kata Hari di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa 12 November 2019.

Pengurangan anggaran itu pun langsung disetujui oleh anggota dewan yang hadir saat rapat. Palu pun diketok Wakil Ketua D DPRD DKI, Nova Paloh.

"Kami ketok setuju ya? Berarti penurunan Rp 204 miliar, baik kami setujui," tegas dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar membangun dan merevitalisasi trotoar di sejumlah sudut Ibu Kota. Tak tanggung-tanggung, biaya pembangunan trotoar di wilayah Jakarta dianggarkan sebesar Rp 1,1 triliun.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengakui, anggaran pembuatan trotoar menelan biaya paling besar dari Kegiatan Strategis Daerah (KSD).

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya