BIN Bantah Aparat Intelijen Tak Terkoordinir

Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman membantah tudingan, sejumlah aparat intelijen di Papua tak terkoordinir dengan baik sehingga masih terjadi penembakan. Ia juga menampik tuduhan adanya keterlibatan aparat internal intelijen ikut "bermain."

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Juni 2012, 19:26 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman membantah tudingan sejumlah aparat intelijen di Papua tak terkoordinir dengan baik. Termasuk, tuduhan yang menyebutkan petugas hanya melaporkan informasi intelijen kepada masing-masing lembaganya. Demikian disampaikan Marciano di DPR, Jakarta, Senin (11/6).

Menurut Norman bila selalu dicari kekurangan aparat di lapangan pasti ada. Namun, bila dituding tak punya konsep dan koordinasi, ia kembali menegaskan tudungan tak benar.

Soal tudingan aparat intelijen yang bermain dalam kisruh di Papua Norman juga menampiknya. Pasalnya, Norman mengingatkan, tak ada kepentingan aparat internal intelijen bermain. Pasalnya, Papua sejahtera adalah harapan semua bangsa Indonesia.

"Untuk apa kita menciptakan masalah itu? Tidak ada. Semua informasi tersebut kita terima, tapi sampai saat ini saya tidak melihat adanya hal seperti itu," kata Norman.

Dalam kesempatan itu, Norman juga membantah adanya keterlibatan pihak asing dalam penembakan di Papua. Namun, dia mengisyaratkan kalau dalam bentuk dukungan moril yang menginginkan Papua merdeka, kemungkinan hal itu ada. "Tapi kalau asing, dalam arti kelompok asing tidak ada," tegas Norman.(ADI/AIS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya