3 Manajer Top Ini Masih Nganggur, Salah Satunya Punya Hobi Baru

Banyak klub yang belum mencapai hasil terbaik sering gonta-ganti manajer meski kompetisi masih berjalan. Saat ini setidaknya ada tiga manajer teratas yang saat ini tidak memiliki pekerjaan.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 30 Oktober 2019, 20:30 WIB
Seorang ofisial pertandingan (tengah) harus memisahkan manajer Arsenal Arsene Wenger (kiri) dan Jose Mourinho (kanan) yang terlibat friksi pada 2014. (AFP/Adrian Dennis)

Liputan6.com, Jakarta Pemain adalah "pejuang" utama dalam permainan sepak bola. Karenanya, para pesepakbola selalu menjadi sorotan saat berada di lapangan. Di sisi lain sang pelatih atau para manajer juga sama-sama fasih dalam permainan ini, tapi ia harus bisa berfungsi secara keseluruhan.

Manajer harus paham taktik modern, manajemen pemain, hingga analisis pra-pertandingan. Karena alasan inilah tim sepak bola berusaha keras untuk mendapatkan manajer yang tepat.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa baik atau buruknya pemain baik, itu seperti yang dilakukan manajer mereka. Jadi, tidak dapat disangkal bahwa manajer sangat penting untuk keberhasilan atau kegagalan tim mana pun.

Karena itu pula, sering dijumpai sejumlah klub yang belum mencapai hasil terbaik sering gonta-ganti manajer meski kompetisi masih berjalan. Sifat dinamis ini menunjukkan sepak bola adalah bidang yang sangat fluktuatif.

Fenomena ini tak jarang mengharuskan seorang manajer yang dikenal memiliki kualitas terbaik pun harus kehilangan pekerjaannya. Saat ini setidaknya ada tiga manajer teratas yang saat ini tidak memiliki pekerjaan.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS


Arsene Wenger

1. Arsene Wenger - Selepas hengkang dari Arsenal, Sang Profesor kini tak sedang melatih klub manapun. Pria yang merupakan rival berat pelatih legendaris MU, Sir Alex Ferguson ini menyatakan siap untuk menggantikan posisi Solskjaer. (AFP/Paul Ellis)

Ketika ia diumumkan sebagai manajer Arsenal pada musim panas 1996, Wenger tiba tanpa reputasi. Arsene Who? Media mengkritik keputusan Arsenal yang menunjuk manajer tidak terkenal.

Namun, Wenger segera membuat dunia memperhatikannya. Taktik Wenger serta perhatian pada diet pemain dan kesejahteraan umum dianggap revolusioner dalam manajemen sepakbola. Di bawahnya, Arsenal menjadi salah satu tim paling dominan di negeri itu, secara teratur melibatkan Manchester United dalam perburuan gelar yang memikat.

Kampanye Invincible 2003-04 akan selamanya diukir dalam sejarah sejarah sepakbola. Namun kedatangan pemilik kaya secara besar-besaran mengubah arah sepakbola di Inggris.

Klub-klub seperti Manchester City dan Chelsea bangkit dengan daya tarik keuangan yang besar, dan sejumlah faktor memastikan bahwa Arsenal tidak bisa mengimbangi. Meski begitu, Wenger pantas dipuji karena menjaga klub tetap kompetitif meski kekurangan dana.

Lanjut Baca:

Dan setelah menjalani kejadian tidak menguntungkan, pelatih asal Prancis itu memutuskan untuk mundur pada musim panas 2018.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya