5 Alasan Jose Mourinho Pantas Mendapatkan Kesempatan Kedua di MU

Jose Mourinho sempat didengung-dengungkan sebagai salah satu kandidat pengganti Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer.

oleh Ario YosiaDiterbitkan 24 Oktober 2019, 19:20 WIB
Mourinho heran mengapa Klopp tak dihukum. (OLI SCARFF / AFP)

Manchester - Manchester United (MU) mengawali musim 2019-2020 dengan hasil kurang bagus. Dari sembilan laga awal Liga Inggris, Setan Merah sudah menelan tiga kekalahan.

MU baru mampu meraih dua kemenangan sejauh ini. Performa yang tidak konsisten itu membuat tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer terpuruk di peringkat ke-12.

Nasib Solskjaer di kursi pelatih sekarang berada dalam tekanan besar. Sejumlah nama calon penggantinya mulai bermunculan.

Nama Jose Mourinho sempat didengung-dengungkan sebagai salah satu kandidat pengganti Solskjaer. Beberapa fans menginginkan The Special One untuk kembali ke Old Trafford.

Mouriho dipecat Setan Merah pada Desember 2018 setelah mereka meraih serangkaian hasil yang buruk. Namun, Mourinho dianggap masih pantas untuk memimpin klub.

Berikut ini lima alasan Jose Mourinho pantas mendapat kesempatan kedua di MU seperti dilansir Fox Sports Asia.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS


Musim Pertama Langsung Persembahkan 3 Piala

Jose Mourinho berpose dengan trofi Liga Europa, Swedia, Kamis (25/5). Keberhasilan Mourinho meraih juara Liga Europa menjadi pertama untuk Setan Merah dan yang kedua untuk Mourinho. (AP Photo)

Kiprah Manchester United di liga pada musim penuh pertama Mourinho berakhir di urutan ke-6. Namun, ia berhasil mempersembahkan trofi, menjadi satu-satunya manajer yang memenangkan trofi pada musim penuh pertamanya di klub.

Mourinho berhasil mengantarkan United merengkuh gelar Piala Liga, Community Shield dan Liga Europa. Dengan demikian, Setan Merah kembali menjadi klub juara lagi.


Finis Tertinggi Sejak Era Sir Alex Ferguson

Manajer Manchester United, Jose Mourinho menyaksikan timnya melawan Manchester United pada lanjutan pekan ke-17 Premier League di Stadion Anfield, Minggu (16/12). Manchester United tumbang di markas Liverpool dengan skor 1-3. (Paul ELLIS / AFP)

Klaim Mourinho bahwa posisi kedua dengan United adalah pencapaian terbesarnya dalam sepakbola adalah hal yang paling tidak masuk akal, terutama mengingat ia menghabiskan lebih dari 200 juta pounds untuk membangun tim.

Namun, yang tidak bisa diabaikan, United memang finis kedua, tetapi itu adalah posisi terbaik mereka di liga mereka sejak kepergian Sir Alex Ferguson. Itu memberi optimisme baru kepada para penggemar meskipun hanya sebentar.


Jeli Melihat Bakat Scott McTominay

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, memberikan arahan kepada Scott McTominay saat melawan Real Madrid pada laga ICC 2018 di Miami Gardens, Rabu (1/8/2018). Manchester United menang 2-1 atas Real Madrid. (AP/Jim Rassol)

Jika ada cahaya yang bersinar pada periode suram United belakangan ini sejak akhir musim lalu, itu adalah bocah akademi Scott McTominay. Bukan karena keterampilan atau kemampuan teknisnya, tetapi untuk kepribadiannya - yang saat ini termasuk kurang di dalam tim.

Lanjut Baca:

Para penggemar dan Mourinho sendiri sangat mencintainya dan sang pemain selalu dipercaya padanya dalam pertandingan besar. McTominay juga tampil mengesankan di bawah Solskjaer dan bisa dianggap sebagai salah satu anak didik Mourinho yang terkenal.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya