Usia 35 Menjabat Sebagai Menteri, Apa Tantangan Nadiem Makarim?

Memasuki dunia baru tentu ada banyak tantangan yang bakal dihadapi Nadiem Makarim.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 23 Oktober 2019, 20:00 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim memberi sambutan saat acara lepas sambut di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Nadiem Makarim datang untuk menghadiri acara lepas sambut sebagai Mendikbud yang baru. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Pendiri dan CEO GoJek, Nadiem Makarim, per hari ini Rabu, 23 Oktober 2019 resmi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Mewakili generasi milenial, Nadiem menjadi menteri di usia 35. 

Memasuki dunia baru tentu ada banyak tantangan yang bakal dihadapi Nadiem Makarim. Pertama-tama, kini dia bekerja dari sektor swasta ke pemerintahan. Lalu, bakal ada perubahan lingkungan kerja, ritme kerja, rekan kerja hingga regulasi seperti disampaikan psikolog klinis Rena Masri.

"Lalu, biasanya dia biasa bekerja dengan anak-anak muda tapi di kementerian bekerja dengan orang dengan usia yang beragam," katanya. 

Untuk menghadapi perubahan ini, Rena menyarankan untuk melakukan pemetaan. Mulai dari tugas hingga siapa saja yang bakal bekerja sama.

"Sehingga kemampuan beradaptasi diperlukan sekali di sini," kata Rena saat dihubungi Rabu (23/10/2019).

 

Saksikan juga video menarik berikut:

Usia yang Fokus pada Pengembangan Karier

CEO Gojek Nadiem Makarim melambaikan tangan saat tiba di kompleks Istana, Jakarta, Senin (21/10/2109). Kedatangan Nadiem berlangsung jelang pengumuman menteri Kabinet Kerja Jilid II oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada umumnya, seseorang di usia dewasa muda seperti Nadiem Karim ini berfokus pada pengembangan karier. Di usia-usia ini juga bakal banyak hal yang dilakukan anak muda termasuk melakukan inovasi.

"Jadi, mungkin saja, tidak menutup kemungkinan, ada gebrakan," kata Rena.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya