Liputan6.com, Jakarta: Presiden dan wakil presiden hendaknya mampu bekerja sama, tidak saling berebut kekuasaan dan saling lempar tanggung jawab. Karena Hal tersebut justru bakal mengakibatkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan partai politik. "Di satu sisi (presiden dan wapres) memperebutkan jabatan, di sisi lain saling melempar tanggung jawab, ya bisa rugi kan bangsa ini," tegas Ketua Umum Poros Indonesia Eros Djarot di Jakarta, baru-baru ini.
Namun tambahnya, citra pemerintah bakal pulih jika presiden dan wapres solid dalam pembagian kekuasaan yang transparan. Bila keduanya dapat bekerjasama, Eros merasa yakin jalannya roda pemerintahan secara berangsur-angsur akan membaik. Karena itu ia berharap isu ketegangan yang ada antara presiden dan wakil presiden dapat dihilangkan demi kepentingan pembangunan bangsa.
Eros melihat arah kepemimpinan politik nasional pasca Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat 2000 semakin tak jelas. Ia khawatir hal ini membuat masyarakat cenderung hidup dalam keresahan dan ketidakpastian.
Lebih jauh, Eros juga mencermati bahwa dalam kehidupan berbangsa, konflik horizontal, baik di tingkat individu maupun massal semakin meruncing. Lantaran itu, ia mendesak agar presiden dan wakil presiden dapat saling berbagi kekuasaan tanpa saling melempar tanggung jawab.(TNA/Tri Ambarwatie dan Bambang Triono)
Namun tambahnya, citra pemerintah bakal pulih jika presiden dan wapres solid dalam pembagian kekuasaan yang transparan. Bila keduanya dapat bekerjasama, Eros merasa yakin jalannya roda pemerintahan secara berangsur-angsur akan membaik. Karena itu ia berharap isu ketegangan yang ada antara presiden dan wakil presiden dapat dihilangkan demi kepentingan pembangunan bangsa.
Eros melihat arah kepemimpinan politik nasional pasca Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat 2000 semakin tak jelas. Ia khawatir hal ini membuat masyarakat cenderung hidup dalam keresahan dan ketidakpastian.
Lebih jauh, Eros juga mencermati bahwa dalam kehidupan berbangsa, konflik horizontal, baik di tingkat individu maupun massal semakin meruncing. Lantaran itu, ia mendesak agar presiden dan wakil presiden dapat saling berbagi kekuasaan tanpa saling melempar tanggung jawab.(TNA/Tri Ambarwatie dan Bambang Triono)