Liputan6.com, Jakarta - Ingin punya umur panjang? Memelihara seekor anjing bisa menjadi salah satu caranya.
Seorang endokrinologis di Mount Sinai Hospital, Toronto mengatakan, analisis yang dilakukannya dapat membuktikan anjing bisa menjadi proteksi bagi manusia dalam mencegah kematian dengan penyebab apapun.
Advertisement
Riset tersebut melibatkan 4 juta orang di AS, Kanada, Scandinavia, Selandia Baru, Australia dan Inggris.
"Memelihara anjing dapat dikaitkan dengan penurunan risiko kematian hingga 24%'" ujar Kramer selaku asisten profesor divisi endokrinologi dan metabolisme di University of Toronto.
Dilansir dari BBC, Kamis (9/10/2019), sebuah metaanalisis menyatakan bahwa memelihara anjing memiliki keuntungan yang lebih besar bagi penderita jantung dan stroke.
Dalam studi yang berbeda, lebih dari 336.000 orang Swedia, memiliki kesehatan yang lebih baik lantaran memelihara anjing, bahkan setelah divonis menderita penyakit jantung dan stroke.
Hal tersebut menjadi sangat penting karena menurut WHO, penyebab kematian tertinggi adalah stroke dan serangan jantung.
Dampak positif yang lebih besar lagi bisa didapatkan oleh mereka yang tinggal sendiri.
"Hal yang menarik adalah ketika mereka yang hidup sendiri ternyata mendapat dampak positif paling besar dibanding yang berpenyakit stroke dan jantung," ucap Dr. Martha Gulati, seorang editor dari CardioSmart.org, sebuah platform edukasi untu pasien di American College of Cardiology.
Riset membuktikan bahwa penderita serangan jantung yang hidup sendiri namun memiliki anjing sebagai hewan peliharaan, memiliki risiko kematian lebih rendah hingga 33% dibandingkan mereka yang berpenyakit sama namun tidak memelihara anjing.
Berikut dampak positif untuk kesehatan saat memelihara anjing: