5 Poin Hasil Diskusi Polda Jatim dan Rektor soal Pembinaan Mahasiswa Papua

Wakapolda Jawa Timur (Jatim) Brigjen Pol Toni Hermanto memimpin diskusi terkait pembinaan mahasiswa Papua yang dihadiri Irwasda, PJU dan Kapolres jajaran turut hadir Rektor Universitas dan kepala sekolah di Jatim.

oleh Dian Kurniawan diperbarui 19 Sep 2019, 19:16 WIB
Waka Polda Jatim Brigjen Pol Toni Hermanto (Foto:Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Wakapolda Jawa Timur (Jatim) Brigjen Pol Toni Hermanto menegaskan seluruh pihak harus mengembalikan kepercayaan masyarakat Papua kalau seluruhnya merupakan satu kebangsaan.

Toni menyampaikan, hal itu saat memaparkan mengenai kondisi Jawa Timur dan Papua. Dalam kegiatan itu, Toni memimpin diskusi terkait pembinaan mahasiswa Papua yang dihadiri Irwasda, PJU dan Kapolres jajaran turut hadir Rektor Universitas dan kepala sekolah di Jawa Timur.

"Diskusi terkait pembinaan mahasiswa Papua ini, kita harus saling menjaga silaturahmi dari suku bangsa dan bermacam agama, untuk menjaga kerukunan dan kebhineka tunggal ika an," tutur Toni di gedung patuh Polda Jatim, Kamis (19/9/2019). 

"Dan terkait maraknya media sosial tentang adanya provokasi bahwa katanya Jawa Timur memicu tentang kesalah pahaman dengan mahasiswa Papua," Toni menambahkan.

Ia mengatakan, untuk menanggapinya tentang berita atau di media sosial, semuanya harus dewasa dan pintar untuk bermedia sosial. "Kita harus mengembalikan kepercayaan warga Papua kalau kita adalah satu negara kebangsaan dan kebhineka tunggal ika," ucap Toni. 

Toni juga menyampaikan lima hal mengenai kondisi Jawa Timur dan mahasiswa Papua, yaitu : 

1. Peredaran narkoba sangat tinggi, Jawa Timur (Jatim) menjadi pasar yang besar, generasi muda menjadi sasaran, diminta peran akademisi yang ada. 

2. Permasalahan Papua menjadi masalah nasional, Polda telah melaksanakan upaya preventif dan represif.

3. Ada kakak atau bapak asuh terkait anak Papua di Jatim.

4. Harapan besar kepada seluruh pihak agar berperan aktif jaga sinergitas untuk jaga NKRI.

5. Perangi hoaks di media sosial terkait masalah Papua yang bersifat provokatif dan pecah keutuhan bangsa.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya