Liputan6.com, Merak: Ratusan truk ekspedisi menuju Pulau Sumatra terjebak kemacetan sepanjang enam kilometer mulai Jalan Cikuasa Atas di KM 98 hingga Dermaga Merak. "Antrean itu disebabkan tingginya volume kendaraan serta adanya perbaikan dermaga dua," kata Manajer PT Angkutan, Sungai, Danau, Penyeberangan (ASDP) Cabang Merak Didi Yuliansyah di Merak, Banten, Senin (28/5).
Didi mengatakan, antrean kendaraan hingga Senin pagi belum terurai, meski kemacetan menyusut dibandingkan Ahad malam yang mencapai 14 kilometer.
ASDP belum mengoptimalkan kembali penyeberangan Merak-Bakauheni pascakericuhan sopir yang mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas pelabuhan.
Apabila suasana sudah kondusif dan aman dipastikan akan dibuka kembali pelayanan penyeberangan itu. Pengamanan yang melibatkan aparat Kepolisian Resor Cilegon dan Brimob Polda Banten masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi kericuhan susulan.
Akibat kericuhan itu, kata Didi, fasilitas ruang tunggu dan loket mengalami kerusakan. "Kami meminta pengemudi truk bersabar dan jangan terpancing provokator yang bisa membawa kerugian bagi masyarakat dan sopir sendiri," katanya.(ANT/SHA)
Didi mengatakan, antrean kendaraan hingga Senin pagi belum terurai, meski kemacetan menyusut dibandingkan Ahad malam yang mencapai 14 kilometer.
ASDP belum mengoptimalkan kembali penyeberangan Merak-Bakauheni pascakericuhan sopir yang mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas pelabuhan.
Apabila suasana sudah kondusif dan aman dipastikan akan dibuka kembali pelayanan penyeberangan itu. Pengamanan yang melibatkan aparat Kepolisian Resor Cilegon dan Brimob Polda Banten masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi kericuhan susulan.
Akibat kericuhan itu, kata Didi, fasilitas ruang tunggu dan loket mengalami kerusakan. "Kami meminta pengemudi truk bersabar dan jangan terpancing provokator yang bisa membawa kerugian bagi masyarakat dan sopir sendiri," katanya.(ANT/SHA)