Timnas Indonesia vs Malaysia: Pahami Sepak Terjang Pelatih Kedua Tim

Timnas Indonesia akan berhadapan dengan timnas Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan Jakarta.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 05 September 2019, 15:15 WIB
Banner Timnas Indonesia Vs Malaysia (Liputan6.com/Triyasni)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia kembali bersua musuh abadi Timnas Malaysia. Kedua negara dipertemukan pada babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (5/9/2019). 

Di era berkibarnya media sosial saat ini, hawa rivalitas kedua negara serumpun semakin terasa. Perang kata-kata antarsuporter di berbagai platform pun seakan tidak berujung. Saling ejek antarsuporter bahkan sudah berlangsung sebelum laga berlangsung. Dan biasanya, 'pertempuran' di dunia maya tetap berlanjut setelah pertarungan selesai. 

Sebagian kaum warganet dari Indonesia sebenarnya tidak terlalu perduli apakah tim Merah Putih bisa lolos ke Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar. Sebab perjalanan menuju ke babak utama turnamen sepak bola terakbar sejagad itu masih terlalu jauh dan berliku. 

Melihat grup G yang dihuni negara-negara seperti Uni Emirat Arab (UEA), Thailand, Vietnam, dan Malaysia, lolos ke putaran ketiga dan tampil di Piala Asia 2023 saja sudah luar biasa.

Satu hal yang bakal jadi urusan personal bagi warganet adalah duel melawan Malaysia. Bisa kalah dengan negara lain, tapi jangan sampai dipermalukan Malaysia di kandang sendiri.

Namun lupakan sejenak pertikaian ala netizen ini. Pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia sebenarnya tidak berbeda dengan laga-laga lainnya. Adu strategi, taktik, dan komposisi pemain, masih jadi elemen utama dalam memenangkan pertarungan sore nanti. 

Nah untuk urusan yang satu ini, peran pelatih tentu sangat sentral. Dan seperti apa sepak terjang masing-masing pelatih, simak penjelasannya pada halaman berikutnya:

 

 

 

   


Tan Cheng Hoe

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, saat latihan jelang laga kualifikasi Piala Dunia di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9). Malaysia akan berhadapan dengan Indonesia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bagi yang telah merasakan pahitnya kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 lalu, tidak akan melupakan sosok Rajagobal Krishnasamy. Pelatih yang disebut-sebut sebagai Arsene Wenger Malaysia itu merupakan sosok penting di balik keberhasilan skuat Harimau Malaya mengubur mimpi Tim Merah Putih dalam mengakhiri paceklik gelar.

Kalah 1-5 di babak penyisihan, Timnas Malaysia yang ditangani Rajagobal mampu mengalahkan Timnas Indonesia di babak final dengan agregat 4-2 (3-0, 1-2).

Lanjut Baca:

Nah, Tan Cheng Hoe adalah tangan kanan Rajagobal saat itu. Tidak muncul ke permukaan, tapi perannya sebagai asisten pelatih sangat membantu Rajagobal dalam meramu strategi. Tidak hanya di level senior, keduanya sudah bekerjasama sejak 2004, saat Rajagobal masih menangani Malaysia U-19, Harimau Muda A, dan Timnas Malaysia U-23. Di level ini, kolaborasi keduanya juga ciamik. Ini terbukti lewat keberhasilan mereka meraih melaju ke babak perempat final AFC Youth Championship 2004 dan merebut emas SEA Games 2009. Saat Rajagobal menepi dari timnas Malaysia, Cheng Hoe juga ikut lengser. Dia menolak saat Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memintanya naik pangkat menangani timnas senior. Saat itu, Cheng Hoe lebih tertarik menangani Kedah meski sikap ini sempat menuai kritik. Dia berhasil membawa Kedah menjuarai Liga Primer Malaysia dan promosi ke Super League. Atas prestasi ini, Cheng Hoe pun didaulat sebagai M-League’s Best Coach of the Year. Namanya kembali ke skuat timnas Malaysia pada tahun 2017. Namun posisinya tetap sebagai asisten pelatih. Kala itu dia tidak berkolabirasi dengan pelatih asal Portugal, Nelo Vingada. Cheng Hoe baru naik jabatan sebagai pelatih kepala tujuh bulan kemudian. FAM memintanya untuk menggantikan posisi Vingada yang memilih mengundurkan diri. Saat itu, Cheng Hoe sadar tim yang ditanganinya tidak sekuat tujuh tahun lalu. Bahkan dia tidak ragu mengatakan kepada Fox Sports, Malaysia sebagai underdog di Piala AFF 2018. Meski demikian, Cheng Hoe masih mampu membawa Harimau Malaya ke babak final usai mengalahkan pemegang lima gelar Piala AFF, Thailand di babak semifinal. Di final, Malaysia akhirnya kalah dari Vietnam dengan agregat 4-5. Sejak menjabat sebagai pelatih Timnas Malaysia, rekor laga Cheng Ho, 11 kali menang, 4 kali kalah, dan 1 seri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya