46 Orang Asal Jabar Meninggal Saat Ibadah Haji, Kemenag Siapkan Asuransi

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Barat menyebutkan terdapat sekurangnya 46 jemaah haji asal Jawa Barat yang meninggal saat melaksanakan ibadah haji.

oleh Huyogo Simbolon diperbarui 21 Agu 2019, 09:00 WIB
Jemaah Haji Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-74 di Jeddah. Darmawan/MCH

Liputan6.com, Bandung - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Barat menyebutkan terdapat sekurangnya 46 anggota jemaah haji asal Jawa Barat yang meninggal saat melaksanakan ibadah haji 2019 di Arab Saudi.

"Jemaah haji yang meninggal sampai saat ini ada 46 orang," kata Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jawa Barat, Jajang Apipudin, Selasa (20/8/2019).

Jajang mengatakan, para anggota jemaah yang meninggal berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Pangandaran, serta beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Adapun penyebab kematian mereka, menurut Jajang, dipastikan karena kelelahan dan karena sakit.

"Tidak ada yang disebabkan karena kecelakaan atau apa pun," ujarnya.

Jajang mengatakan, pihaknya sudah memberitahukan kabar duka tersebut kepada masing-masing pihak keluarga. Bahkan, lanjut dia, pihak keluarga juga diberitahu untuk segera mengajukan klaim asuransi.

"Pihak keluarga juga sudah diberitahukan untuk kabar ini dan kami minta untuk mengajukan klaim asuransi. Ahli waris dipersilakan untuk segera mengajukan klaim asuransi ke perusahan asuransi yang sudah disarankan," ujarnya.

Menurutnya, jemaah haji yang wafat ketika ibadah haji dipastikan dimakamkan di Arab Saudi, sehingga di antara 46 jenazah tidak ada yang dibawa pulang ke Indonesia.

Hingga saat ini pemulangan jemaah haji sudah sampai kloter 12 dari totalnya 97 kloter di Jawa Barat. Sehingga, masih ada beberapa jemaah haji yang berada di Arab Saudi.

Simak video pilihan di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya