Manchester- Manchester United (MU) menang telak 4-0 atas Chelsea di Stadion Old Trafford, Minggu (11/8/2019). Kemenangan ini sangat penting bagi MU. Tim Setan Merah seperti telah menemukan jati dirinya yang hilang saat ditangani tiga pelatih sebelum, Ole Gunnar Solskjaer.
Manchester United tampil agresif sepanjang laga. Mereka memainkan skema serangan balik mematikan yang sempurna. Sama seperti yang dulu dimainkan di era Sir Alex Ferguson.
Advertisement
Apakah ini pertanda kebangkitan The Reds Devils?
Menurut Phil Neville, iya.
"Apa yang saya lihat pada hari Minggu adalah tim MU yang tampak seperti memiliki semangat kebersamaan, sistem yang ditetapkan dan juga pemain yang tepat untuk melaksanakan rencana itu," kata pundit ternama yang juga merupakan mantan pemain Manchester United itu seperti yang dikutip dari BBC.
Secara spesifik Phil menyebut efek kedatangan Harry Maguire dari Leicester City berefek besar.
Jika sebelumnya United diragukan bisa bersaing memperebutkan gelar juara Premier League, melihat aksi mereka saat menghadapi Chelsea rasanya para pesaing macam Manchester City, Liverpool, Tottenham Hotspur, kudu mulai menghitung Setan Merah.
Namun, Phil Neville menyebut suporter MU jangan terlalu bereuforia terlebih dahulu. Setidaknya ada tiga aspek yang harus dijaga klub tersebut jika ingin setidaknya menembus jajaran big four. Apa-apa saja?
Pertahanan yang Solid
Ketika Manchester United berjaya di era Sir Alex Ferguson, kekuatan tim dibangun di atas dua bek tengah yang sangat baik dan penjaga gawang yang brilian.
Harry Maguire dan Victor Lindelof tampil bagus di laga perdana melawan Chelsea. Bersama David de Gea, mereka adalah kartu truf kemenangan 4-0 United.
Setan Merah memiliki duet bek tengah yang sering memenangkan duel bola udara dan satu lawan satu melawan pemain lawan. Mereka tanpak tenang saat menguasai atau tak menguasai bola. Kepercayaan diri dua bek menular ke pemain lainnya. Mereka bisa enjoy fokus dengan pekerjaan masing-masing karena merasa yakin, tim tidak akan kebobolan.
Maguire dan Lindelof memainkan banyak operan di babak mereka sendiri, dan dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, Mereka mengoper bola ke depan dengan percaya diri, memainkan bola di sekitar pers Chelsea, menembus garis mereka dan menggerakkan tim ke atas lapangan.