Cerita Zaskia Sungkar Pernah Terkena TBC

Zaskia Sungkar berharap kerja sama banyak sektor, termasuk menyebarkan informasi, untuk menekan angka tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 07 Agustus 2019, 19:00 WIB
Pengalaman Zaskia Sungkar pernah terkena tuberkulosis (TBC)

Liputan6.com, Jakarta Saat ini Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi di dunia terkait tuberkulosis (TBC/TB). Penyakit yang menular melalui udara, seperti batuk dan bersin ini tak pandang bulu menyerang siapa saja. Termasuk desainer dan pengusaha Zaskia Sungkar.

Dalam acara A Night in Unity, Zaskia Sungkar bercerita pengalamannya beberapa saat lalu terkena TBC. Saat itu, dia tak mengetahui banyak informasi soal penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis ini. Baru ketika bertemu dokter dijelaskan soal TBC yang dideritanya secara rinci.

“Dulu awal saya enggak tahu apa itu TB, karena minimnya informasi. Maka dari itu semoga kita harapkan semua tahu soal TB,” kata Zaskia dalam acara yang digelar Stop TB Partnership Indonesia dan Kementerian Kesehatan pada Sabtu, 3 Agustus 2019 di Jakarta.

Zaskia kemudian disiplin menjalani pengobatan. Paskasembuh dari TBC, dua tahun kemudian sang suami, Irwansyah, terkena penyakit yang sama.

“Dan, saya tahu gejalanya maka langsung saya bawa ke dokter,” kata Zaskia seperti dikutip rilis dari Kemenkes.

(Liputan6.com/IG/zaskiasungkar15)

Saksikan juga video menarik berikut ini:

Masih Ada Stigma Terhadap Penderita TBC

ilustrasi TBC (sumber: iStockphoto)

Zaskia tidak memungkiri hingga kini TBC masih dianggap sebagai penyakit yang memalukan. Alhasil, hal ini membuat banyak orang memilih diam, termasuk memilih tidak berobat.

“Padahal dengan suara kita, kita bisa kasih tahu saudara kita dengan waktu tepat kita bisa sembuh. Teman-teman yang gak kena (TBC) bukan berarti tidak punya kewajiban mempublikasi, semuanya harus terlibat dalam memberikan informasi tentang TBC,” kata wanita 28 tahun ini.

Itu sebabnya guna menekan angka TBC serta mempercepat pasien TBC mendapatkan pengobatan perlu ditanggulangi secara bersama-sama. Keterlibatan lintas sektor perlu untuk mengeliminasi TBC di Indonesia.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya