Kinerja Nusron Wahid Selama 5 Tahun Menjadi Kepala BNP2TKI

Nusron Wahid menyatakan bahwa telah banyak capaian yang ditorehkan sepanjang 2018, di antaranya selain peningkatan jumlah penempatan PMI.

oleh Gilar Ramdhani diperbarui 06 Agu 2019, 12:00 WIB
Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid.

 

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid telah banyak menorehkan prestasi selama 5 tahun sebagai Kepala BNP2TKI, salah satu keberhasilan beliau adalah Penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Korsel sepanjang 2018 mencapai jumlah 6.921 orang, jumlahnya meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 3.719.

Nusron menyatakan bahwa telah banyak capaian yang ditorehkan sepanjang 2018, di antaranya selain peningkatan jumlah penempatan PMI, juga masa entry period yang berkurang, dari sebelumnya 71,8 hari menjadi hanya 34,8 hari. Nusron mengharapkan pada 2019 ini, kerjasama antara BNP2TKI dan EPS Center Korsel semakin solid, terutama dalam memberikan kemudahan dan kecepatan pelayanan bagi calon PMI yang hendak bekerja ke Korsel. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan fasilitasi pelayanan kepada para PMI, diantaranya dengan mempercepat pelayanan visa dan komunikasi bagi para PMI yang dinyatakan lulus untuk bekerja di Korea Selatan.

Lebih lanjut, Nusron menyampaikan capaian-capaian perolehan BNP2TKI selama kepemimpinannya, antara lain, layanan penempatan yang lebih efisien, dimana proses penempatan PMI program G to G yang semula 448 hari menjadi 84 hari, P to P semula 72 hari menjadi 40 hari, dan penempatan via LTSA dari 25 hari menjadi 14 hari.

Kemudian dari sisi perlindungan dan pemberdayaan PMI yang lebih utuh, diperoleh data bahwa kasus terselesaikan dari 67 persen menjadi 93 persen, penyaluran KUR kepada lebih dari 29 ribu PMI senilai 448 miliar, serta peningkatan pendapatan PMI dari 7 persen hingga 40 persen gaji.

Selain itu ada juga terobosan program selama empat tahun terakhir, dimana telah menghadirkan skema baru KUR PMI dengan bunga hanya 7 persen per tahun dan pendirian LTSA di 28 lokasi, yang mana 43 persennya berfungsi lengkap.

Selain itu, prestasi Nusron Wahid yang tidak boleh dilupakan adalah keberhasilan mendapatkan tenaga perawat Caregiver ke Taiwan dengan besaran gaji berkisar antara 18.000 NT- 20.000 NT atau dalam kurs Rupiah sebesar 8 juta hingga 10 juta rupiah setiap bulannya dan kontrak kerja selama 3 tahun. Tenaga Keperawatan ini nantinya akan ditempatkan di sekitar daerah Taichung, Taiwan.

Keberhasilan ini berkat koordinasi yang baik dengan berbagai pihak, melibatkan KDEI, Kementerian Tenaga Kerja Taiwan, Walikota Taichung, TETO, PPTKIS dan Agency di Taiwan.Dalam penempatan TKI ini tidak memungut biaya apapun, sehingga TKI tidak perlu memikirkan lagi mengenai biaya administrasi dan sebagainya.

“Zero Cost terhadap TKI Caregiver di rumah pasien akan menjadi model yang diminati pengguna di Taiwan, bukan tidak mungkin dalam tahun ini juga permintaan akan bertambah. Oleh karena itu, peluang ini harus dapat diantisipasi oleh berbagai pihak yang berkepentingan untuk mempersiapkan calon tenaga kerja yang berkompeten”, ujar Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid.

Dengan demikian, diharapkan semoga kedepannya dengan skema baru penempatan TKI Zero Cost ke Taiwan ini mampu menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja perawat dari Indonesia.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya