Jurus Kemenpora Ciptakan Teknopreneur Andal di Daerah

Salah satu dari enam lokasi pencarian pemuda teknopreneur tahun ini adalah di Yogyakarta.

oleh Switzy Sabandar diperbarui 02 Agu 2019, 20:00 WIB
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda dan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda menggelar Teknopreneur Muda Pemula 2019 (Liputan6.com/ Switzy Sabandar)

Liputan6.com, Yogyakarta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda dan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda menggelar Teknopreneur Muda Pemula 2019. Salah satu dari enam lokasi pencarian pemuda teknopreneur tahun ini adalah di Yogyakarta.

Lima lokasi lainnya adalah Tegal, Banjarmasin, Jambi, Kediri, dan Denpasar. Pada tahun sebelumnya, Teknopreneur Muda Pemula hanya digelar di empat kota, yakni Batam, Klaten, Malang, dan Manado.

Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda dan Asisten Deputi Peningkatan Kewirausahaan Pemuda Deputi Bidang Pengembangan Pemuda juga bekerja sama dalam memberikan penghargaan dan bantuan modal kepada delapan peserta terpilih di setiap daerah.

Deputi Peningkatan Kewirausahaan Pemuda akan memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 15 juta per orang kepada tiga peserta terbaik dan lima peserta terpilih lainnya akan mendapatkan hadiah Rp 10 juta per orang dari Asisten Deputi Peningkatan IPTEK dan IMTAQ Pemuda.

“Kemenpora punya tugas anak muda berkembang dengan gaya masa kini, kami ingin mereka menggunakan waktu dengan kegiatan positif, seperti mengajak mereka untuk berinovasi,” ujar Faisal Abdullah, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, dalam Pra Kualifikasi Teknopreneur Muda Pemula 2019 di Yogyakarta, Kamis (1/8/2019).

Ia menuturkan kegiatan ini merupakan ajang penjaringan dan pembinaan teknopreneur muda yang memiliki keunggulan IPTEK dalam menjalankan usahanya. Bidang usaha yang menjadi prioritas, antara lain, periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain, film, music, dan fotografi.

Faisal tidak menampik saat ini yang terpenting adalah capaian kuantitatif. Artinya, menjaring teknopreneur muda sebanyak-banyaknya dan membiarkan mereka terseleksi secara alami.

Menurut Faisal, eksistensi teknopreneur akan diuji saat berhadapan dengan pasar bebas. Oleh karena itu, ia ingin memberi bekal kepada teknopreneur melalui ajang ini sehingga mereka siap bertahan di tengah persaingan.

“Ajang ini kan untuk teknopreneur pemula, mereka belum siap dengan legalitas seperti hak paten, izin, kelayakan, dan sebagainya, maka kami membimbing mereka menyiapkan itu, supaya produk dan mental mereka siap masuk pasar,” ucapnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya