Paruh burung rangkong ditampilkan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh di Banda Aceh, Jumat (26/7/2019). BKSDA Aceh menyita 16 paruh burung rangkong hasil tangkapan dari pedagang hewan ilegal di Banda Aceh. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menunjukkan paruh burung rangkong di Banda Aceh, Jumat (26/7/2019). BKSDA Aceh dan polisi menangkap dua pedagang hewan ilegal di sebuah distrik dekat Taman Nasional Gunung Leuser. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menunjukkan paruh burung rangkong di Banda Aceh, Jumat (26/7/2019). Burung yang masuk ke dalam kelompok Bucerotidae ini juga sering disebut sebagai 'emas terbang. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menunjukkan paruh burung rangkong di Banda Aceh, Jumat (26/7/2019). Paruh burung rangkong memiliki nilai jual yang tinggi, mencapai jutaan rupiah. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menunjukkan paruh burung rangkong di Banda Aceh, Jumat (26/7/2019). Di Aceh, perburuan rangkong diketahui telah marak dilakukan sejak bertahun-tahun silam. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Paruh burung rangkong ditampilkan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh di Banda Aceh, Jumat (26/7/2019). Burung rangkong atau enggang merupakan salah satu satwa dilindungi. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Paruh burung rangkong ditampilkan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh di Banda Aceh, Jumat (26/7/2019). Keberadaan burung rangkong atau enggang semakin langka. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Paruh burung rangkong ditampilkan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh di Banda Aceh, Jumat (26/7/2019). Berdasarkan International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (World Consevation) Red List data, status perlindungan rangkong mendekati punah.(CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)