Kebakaran Hebat di Palembang, Ratusan Rumah Hangus

Kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Kemas Rindo, Gang Santai, Kecamatan Kertapati Kota Palembang.

oleh Liputan6.com diperbarui 10 Jul 2019, 17:18 WIB
Ilustrasi Kebakaran (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Palembang - Kebakaran hebat melanda wilayah pemukiman padat penduduk di Jalan Kemas Rindo Gang Santai Kecamatan Kertapati Kota Palembang. Akibatnya sebanyak 106 rumah hangus. 

Sebanyak 100 petugas kebakaran dan 10 mobil pemadam berjibaku memadamkan api yang muncul pertama kali pukul 10.00 WIB dan baru dapat dipadamkan pukul 14.00 WIB.

"Medan kebakaran cukup sulit dijangkau tim pemadam karena lokasi yang jauh dari jalan besar dan antar rumah terlalu berhimpitan, sehingga pemadaman terpaksa mengandalkan selang sepanjang 300 meter karena mobil tidak bisa masuk," kata Kabid Ops Dinas Pemadam dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang, Irsa Nedi saat di lokasi.

Selain medan lokasi, tim pemadam juga kesulitan mendapatkan sumber air karena keterbatasan panjang selang, apalagi rata-rata rumah berbentuk semi permanen panggung yang terbuat dari kayu membuat api dengan cepat menyebar.

Mengenai penyebab kebakaran pihaknya belum bisa memastikan, namun berdasarkan kesaksian salah seorang warga, api muncul pertama kali akibat ledakan kompor dari salah satu rumah lalu dengan cepat merambat ke rumah lain.

Sementara Camat Kertapati, Dwi Yudiansyah, mengatakan pihaknya masih mendata warga terdampak kebakaran, namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

"Kebakaran melanda RT 26 dan 28, untuk jumlah kepala keluarga masih dihitung," kata Dwi.

Menurutnya, sementara waktu para korban kebakaran mengungsi ke keluarga terdekat yang tidak terdampak, Pemkot Palembang sendiri melalui Dinas Sosial segera mendirikan posko darurat sebagai penanganan pertama para korban.

Sebelumnya di wilayah yang sama pernah terjadi kebakaran hebat yang melahap 90 rumah di tiga RT pada 2007.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya