Perusahaan Tak Disukai Pegawai? Mungkin Ini 3 Penyebabnya

Para manajemen jago melontarkan slogan inspiratif tetapi penerapannya justru berbanding terbalik.

oleh Tommy K. RonyDiterbitkan 11 Juli 2019, 11:15 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual di kantor. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Liputan6.com, Washington D.C. - Pada Juni lalu, situs 25/7 Wall St. merilis data 18 perusahaan terburuk di Amerika Serikat (AS). Data itu turut menimbang pendapat dari para pegawai yang bekerja di sana.

Supermarket The Fresh Market mendapat peringkat satu dalam perusahaan terburuk. Jumlah pegawai yang mau merekomendasikan The Fresh Market sebagai tempat kerja hanya 25 persen. Sementara, rating perusahaan itu di situs Glassdoor amat rendah, yakni 2,2/5. 

Masalah di perusahaan itu adalah kurangnya kepercayaan pegawai ke manajemen atas menjadi salah satu alasan buruknya kepuasan bekerja perusahaan tersebut.

Situs bisnis Inc. pun memberikan penjelasan dan solusi mengapa perusahaan bisa masuk daftar terburuk seperti yang ada di daftar 24/7 Wall St. Berikut ulasannya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

1. Masalah Komitmen

Ilustrasi Bos (pixabay.com)

Satu kemiripan di 18 perusahaan terburuk adalah kemunafikan. Para manajemen jago melontarkan slogan inspiratif tetapi penerapannya justru berbanding terbalik.

Salah satu contohnya adalah perusahaan software CompuCo yang ada di peringkat 11 perusahaan terburuk. Situs itu menyebut mitra mereka adalah "jantung dan jiwa", tetapi pegawai banyak mengeluh kurangnya gaji, serta perkembangan karier yang jarang.

Jika ingin membuat pegawai mencintai perusahaa, lakukan hal yang berlawanan dengan CompuCo. Sampaikan misi menarik agar bisa memikat orang-orang terbaik, dan berikan penghargaan bagi mereka yang berhasil melaksanakannya.

2. Masalah Komunikasi

Izin telat datang ke kantor karena masih ingin melihat anjingnya yang sedang tidur, perempuan ini dapat respon mengejutkan dari si bos. (Ilustrasi: Women in the World)

Kurangnya komunnikasi antara eksekutif dan pegawai kerap menjadi keluhan utama. Perusahaan Conduent yang berada di peringkat enam perusahaan terburuk mendapat keluhan karena faktor komunikasi, dan hanya 34 persen pegawai yang akan merekomendasikan perusahaan itu.

Untuk membuat hubungan pegawai yang baik, gambarkan misi dan nilai perusahaan, dengarkan para pegawai, dan kenali orang-orang yang memiliki nilai-nilai perusahaan.

Perusahaan Cronos yang menjadi salah satu perusahaan favorit versi The Boston Globe dikenal memilik kultur komunikasi yang baik. Perusahaan juga berkomitmen memberikan pegawai fleksibilitas, tanggung jawab, dan respek.

3. Masalah Kemajuan Karier

Ilustrasi perjalanan (Ilustrasi: Pexels.com)

Kebanyakan pegawai di 18 perusahaan terburuk mengeluhkan keadaan mereka bagai call center. Penyebabnya adalah manajemen yang memberikan terlampau banyak beban atau overbearing.

Akibatnya, pegawai terlampau lelah dan memutuskan untuk hengkang. Memberikan pegawai rasa hormat dan peluang untuk memajukan karier seperti naik gaji dapat menjadi solusi.

Perusahaan terburuk umumnya percaya bahwa pegawai harus selalu menuruti perintah dan menderita dalam diam. Lakukanlah hal sebaliknya, pekerjakan orang-orang hebat, berikan peluang untuk maju, serta buat inovasi dan kepedulian kepada konsumen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya