PAN Gelar Karpet Biru untuk Sandiaga Uno Jadi Kader

Sandiaga Uno telah mengakui kekalahannya dari Jokowi-Ma'ruf Amin.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 02 Juli 2019, 21:37 WIB
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berada di dalam mobil usai pertemuan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kuningan, Jakarta, Kamis (10/1). Prabowo-Sandi melakukan pertemuan tertutup di kediaman SBY. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Perhelatan Pilpres 2019 telah usai, Sandiaga Uno telah mengakui kekalahannya dari Jokowi-Ma'ruf Amin. Kini, dia tak memiliki kendaraan politik.

Partai Amanat Nasional (PAN) tak menutup pintu bagi Sandiaga Uno untuk menjadi kader. Namun, semuanya tergantung Sandiaga, berminat kembali berpartai atau tidak.

"Jika Sandi bersedia jadi kader PAN, kita akan gelar karpet biru untuk menyambutnya," ucap Sekjen PAN Eddy Soeparno kepada Liputan6.com, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Menurut dia, internal PAN sendiri tidak masalah dengan kehadiran Sandiaga Uno di partai berlambang matahari terbit ini.

"Sama sekali tidak (tidak masalah di internal)," ungkap Eddy.

Dia mengatakan sosok mantan Wagub DKI itu sudah seperti keluarga di PAN, sehingga itu tak masalah lagi. "Sandi sudah menjadi bagian dari keluarga besar PAN secara batiniyah," pungkas Eddy.

Langkah Politik PAN

Sekjen PAN Eddy Soeparno memberi keterangan saat tiba di rumah Prabowo Subianto di Kertangara, Jakarta, Jumat (28/6/2019). Prabowo mengumpulkan sekjen partai koalisi Adil Makmur untuk membahas beberapa hal usai putusan MK terkait sengketa Pilpres 2019. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Partai Amanat Nasional (PAN) akan menentukan sikap politiknya usai Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan sengketa Pilpres 2019. Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno menjelaskan masih terus mengkaji segala opsi yang ada, hingga bergabung dengan koalisi pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kita sudah mengkaji beberapa opsi yang ada. Apakah opsi itu berada di luar pemerintahan, bagaimana kalau sampai ada opsi pertimbangan untuk masuk pemerintahan," kata Eddy, di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

Pilihan untuk bergabung dalam pemerintah, kata Eddy, masih terus mempertimbangkan dengan bebagai catatan. Sebab mereka menyadari, sejak awal tidak berada di dalam koalisi pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Dengan catatan kalau diajak. Kita bukan pihak yang mendukung pasangan yang memenangkan Pilpres ini," ujarnya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya