Liputan6.com, Tokyo: Pertunjukan dram tradisional Jepang biasanya melibatkan puluhan pemain. Namun, Eitetsu Hayashi, penabuh dram tradisional terbaik di Negeri Sakura hanya melibatkan beberapa orang saja. Dalam pergelarannya di Tokyo, Jepang, baru-baru ini, Hayashi bahkan memainkan dram bergaris tengah dua meter seorang diri.
Pertunjukan ini adalah rangkaian tur Hayashi di beberapa kota di Jepang untuk menandai 20 tahun berkarir sebagai seniman penabuh dram tradisional. Bahkan, Hayashi berencana menggelar tur mancanegara yang diawali di New York, Amerika Serikat, September mendatang.
Dalam tur di Jepang ini, Hayashi berhasil memukau publik Tokyo. Ini lantaran Hayashi mampu mengubah beberapa pakem tradisional, seperti mengganti alat gebuk dram dengan tongkat pemukul baseball. Sebagai seniman sejati, Hayashi juga menaruh perhatian atas kelestarian seni musik tradisional ini. Buktinya, Hayashi membuka kelas khusus untuk anak-anak yang ternyata cukup berhasil meraih minat kaum belia Jepang.(DEN/Idr)
Pertunjukan ini adalah rangkaian tur Hayashi di beberapa kota di Jepang untuk menandai 20 tahun berkarir sebagai seniman penabuh dram tradisional. Bahkan, Hayashi berencana menggelar tur mancanegara yang diawali di New York, Amerika Serikat, September mendatang.
Dalam tur di Jepang ini, Hayashi berhasil memukau publik Tokyo. Ini lantaran Hayashi mampu mengubah beberapa pakem tradisional, seperti mengganti alat gebuk dram dengan tongkat pemukul baseball. Sebagai seniman sejati, Hayashi juga menaruh perhatian atas kelestarian seni musik tradisional ini. Buktinya, Hayashi membuka kelas khusus untuk anak-anak yang ternyata cukup berhasil meraih minat kaum belia Jepang.(DEN/Idr)