Wacana Pilpres-Pileg Dipisah Lagi, Bawaslu: Kami Selesaikan Tugas Dulu

Ketua Bawaslu Abhan menyatakan, pihaknya akan fokus menyelesaikan tugas pengawasan terlebih dahulu.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 24 April 2019, 08:24 WIB
Ketua Bawaslu RI Abhan Misbah (tengah) bersama Komisioner Bawaslu, MAfifuddin dan Fritz Edward Siregar memberi keterangan di Jakarta, Selasa (16/4). Keterangan terkait temuan sejumlah pelanggaran Pemilu 2019 dan permasalahan di Malaysia dan Sidney, Australia. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan, pihaknya belum bisa memutuskan sikap terkait wacana pemisahan pileg dan pilpres.

"Kami belum bisa menjawab secara sempurna soal itu karena ini masih dalam kajian kita. Tapi kan kita bisa melihat bagaimana proses penambahan satu kertas surat suara dari empat jadi lima itu ternyata memberikan perbedaan luar biasa dalam pelaksanaan di hari pemungutan suara," katanya seperti dikutip dari Antara, Jakarta, Selasa 23 April 2019.

Fritz menuturkan, penambahan surat suara dalam pemilu kali ini juga memberikan perbedaan dalam pelaksanaan pemungutan suara.

"Meskipun kita tahu bahwa jumlah DPT-nya sudah diperkecil jadi maksimal cuma 300 (per TPS), tetapi kan proses penghitungannya sampai pencatatan itu bisa sampai kepada tengah malam atau pagi hari," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Abhan menyatakan, pihaknya akan fokus menyelesaikan tugas pengawasan terlebih dahulu. 

"Tugas ini belum selesai. Kami selesaikan dulu tugas pengawasan Pemilu 2019. Persoalan nanti bahwa pada tahapan akhir evaluasi seperti apa, tentu nanti kami sampaikan rekomendasinya," katanya.

Abhan merasa jika pemilu kali ini memang kompleks dan perlu dievaluasi mengingat banyak anggota KPPS dan pengawas pemilu di tingkat kecamatan yang meninggal saat bertugas.

"Ini begitu kompleks, memang bisa kita rasakan. Satu hal misalnya, kalau di jajaran pemilu dan penyelenggara pemilu KPU, yang sampai meninggal dunia ada sekitar 90-an, di kami pun sampai saat ini sudah sampai 33 yang meninggal. Tentu ini menjadi satu pikiran juga," ujar Abhan.

Namun, tambah dia, untuk saat ini pihaknya masih konsentrasi pada penyelesaian Pemilu serentak 2019 yang juga ada persoalan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya