Prabowo Sebut Anggaran Pertahanan RI Kecil, Jokowi Alokasikan Rp 107 T

Jokowi mengungkapkan, pertahanan RI ke depan dapat diperkuat dengan investasi melalui alutsista.

oleh Bawono Yadika diperbarui 30 Mar 2019, 21:40 WIB
Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi (dua kiri) saling hormat dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (dua kanan) saat mengikuti debat keempat Pilpres 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3). (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto menyebutkan anggaran kementerian pertahanan Indonesia kecil. Padahal dikatakan syarat suatu negara menjadi besar adalah dengan memiliki anggaran pertahanan yang besar.

"Pertahanan Indonesia terlalu lemah. Karena kita tidak punya uang. Kita harus jaga keuangan kita. Harta kita tidak tinggal di Indonesia makanya kita lemah," ujarnya dalam Debat Calon Presiden (Capres), Sabtu (30/3/2019).

Namun hal ini kemudian dibantah langsung Capres Joko Widodo (Jokowi) yang menegaskan jika anggaran pertahanan RI saat ini mencapai Rp 107 triliun.

"Anggaran pertahanan kita sudah Rp 107 triliun, nomor dua setelah kementerian PUPR. Bahwa masih ada yang kurang ini itu inilah yang perlu kita perbaiki sebagai pemimpin," jelas dia.

Jokowi pun mengungkapkan, pertahanan RI kedepan dapat diperkuat dengan investasi melalui alutsista.

"Dalam rangka masih kurangnya anggaran pertahanan kita, ya kita bangun dengan cara investasi di alutsista. Setiap anggaran kementerian pertahanan harus bangun industri alutsista kita," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya