FOTO: Tolak Bantuan, Militer Venezuela Blokade Perbatasan dengan Kolombia

Pasukan militer Venezuela memblokir perbatasan dengan Kolombia menggunakan sebuah tanker bahan bakar dan dua kontainer untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan yang dikirim oleh pihak-pihak pendukung oposisi.

oleh Arnaz Sofian diperbarui 07 Feb 2019, 14:30 WIB
Tolak Bantuan, Militer Venezuela Blokade Perbatasan dengan Kolombia
Pasukan militer Venezuela memblokir perbatasan dengan Kolombia menggunakan sebuah tanker bahan bakar dan dua kontainer untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan yang dikirim oleh pihak-pihak pendukung oposisi.
Pasukan militer Venezuela memblokir perbatasan dengan Kolombia di Jembatan Tienditas, Cucuta, Kolombia, Rabu (6/2). Militer memblokade Jembatan Tienditas menggunakan sebuah tanker bahan bakar dan dua kontainer. (EDINSON ESTUPINAN / AFP)
Pasukan militer Venezuela memblokir perbatasan dengan Kolombia di Jembatan Tienditas, Cucuta, Kolombia, Rabu (6/2). Hal itu untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan yang dikirim oleh pihak-pihak pendukung oposisi. (EDINSON ESTUPINAN / AFP)
Pasukan militer Venezuela berjaga saat memblokir perbatasan dengan Kolombia di Jembatan Tienditas, Cucuta, Kolombia, Rabu (6/2). Presiden Venezuela Nicolas Maduro berulang kali membantah negaranya tengah menghadapi krisis kemanusiaan. (Raul Arboleda/AFP)
Pasukan militer Venezuela berjaga saat memblokir perbatasan dengan Kolombia di Jembatan Tienditas, Cucuta, Kolombia, Rabu (6/2). Diduga, pemblokiran bentuk kekhawatiran pemerintah berkuasa atas kemungkinan intervensi militer asing. (Raul Arboleda/AFP)
Militer Venezuela berjaga saat memblokir perbatasan dengan Kolombia di Jembatan Tienditas, Cucuta, Kolombia, Rabu (6/2). Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido tengah mengatur bantuan kemanusiaan masuk ke negaranya. (Raul Arboleda/AFP)
Pandangan udara saat pasukan militer Venezuela memblokir perbatasan dengan Kolombia di Jembatan Tienditas, Cucuta, Kolombia, Rabu (6/2). Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido mendesak militer tak menghalangi bantuan kemanusiaan. (EDINSON ESTUPINAN / AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya