Liputan6.com, Palembang: Kawasan pabrik yang monoton dan cenderung membosankan tidak akan ditemui jika mengunjungi kompleks pabrik PT Pupuk Sriwijaya di Palembang, Sumatra Selatan. Pengunjung justru akan merasa berada di taman atau bahkan kebun binatang.
Pasalnya, di dalam kompleks pabrik puluhan rusa berlarian dan bercengkrama. Selain rusa sekitar 2.000 tanaman pohon langka dari berbagai provinsi di Tanah Air juga dapat ditelusuri.
Habitat rusa ini semula hanya tiga pasang, yakni mulai dipelihara sejak 2008. Selama empat tahun seiring dengan program penanaman ribuan pohon langka di kompleks PT Pusri ternyata jumlah rusa berkembang biak menjadi 31 ekor dan 17 ekor di antaranya merupakan jenis rusa tutul. Sedangkan 14 ekor lagi jenis rusa sambar.
Rusa-rusa tersebut oleh dua orang petugas pemeliharanya diberi makan ubi rambat, sayur-sayuran dan dedak gabah padi. Terjaganya asupan makanan menjadi kunci lestarinya satwa rusa di areal pabrik ini. Keberadaan pohon langka dan satwa rusa ini tak lepas dari komitmen PT Pusri menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan.(IAN)
Pasalnya, di dalam kompleks pabrik puluhan rusa berlarian dan bercengkrama. Selain rusa sekitar 2.000 tanaman pohon langka dari berbagai provinsi di Tanah Air juga dapat ditelusuri.
Habitat rusa ini semula hanya tiga pasang, yakni mulai dipelihara sejak 2008. Selama empat tahun seiring dengan program penanaman ribuan pohon langka di kompleks PT Pusri ternyata jumlah rusa berkembang biak menjadi 31 ekor dan 17 ekor di antaranya merupakan jenis rusa tutul. Sedangkan 14 ekor lagi jenis rusa sambar.
Rusa-rusa tersebut oleh dua orang petugas pemeliharanya diberi makan ubi rambat, sayur-sayuran dan dedak gabah padi. Terjaganya asupan makanan menjadi kunci lestarinya satwa rusa di areal pabrik ini. Keberadaan pohon langka dan satwa rusa ini tak lepas dari komitmen PT Pusri menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan.(IAN)