Kisah Pria Tertinggi Pakistan yang Kesulitan Cari Jodoh

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, pria tertinggi di Pakistan ini mengatakan dirinya kesulitan mencari jodoh.

oleh Tanti YulianingsihDiterbitkan 23 Januari 2019, 17:01 WIB
Ilustrasi patah hati (iStockphoto)

Liputan6.com, Punjab - Zia Rashid menyandang gelar orang tertinggi Pakistan dengan tinggi tubuh mencapai 8 kaki atau sekitar 243 cm, selisih tiga inci (7,6 cm) dari gelar dunia saat ini. Pria berusia 23 tahun dari Multan di Punjab itu memang menikmati popularitas sebagai orang tertinggi di sekitarnya, tetapi hidupnya bukan tanpa masalah.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, pemuda Pakistan yang karib disapa Rashid itu mengatakan dirinya kesulitan mencari jodoh.

"Aku belum dapat menemukan pasangan hidup sejauh ini. Aku belum menemukan seseorang yang cukup tinggi untukku. Hampir tidak mungkin ... keluargaku juga kesulitan menemukan yang cocok untukku. Mereka mencoba menjodohkanku ke beberapa keluarga tetapi tak ada yang menunjukkan minat kepadaku.... Secara pribadi, aku sudah berhenti memikirkan lamaran itu," katanya seperti dikutip dari Gulf News, Rabu (23/1/2019).

Ini bukan satu-satunya masalah Rashid. Saat ini ia juga mengaku tak dapat menemukan pekerjaan rutin. Ia pun berharap pemerintah daerah akan mengakui keunikannya dan menawarkannya pekerjaan.

Selain itu, gara-gara tinggi tubuh jangkungnya itu Rashid juga kesulitan mencari pakaian jadi yang muat untuk dirinya.

"Aku tak dapat menemukan pakaian jadi dengan ukuranku.... Seorang penjahit membuatkannya dan aku juga harus memesan sepatu dari Karachi. Masalah terbesarku adalah tak bisa bepergian dengan bus umum karena sulit duduk di kursi yang tak memiliki cukup ruang untuk kakiku".

Saat kisahnya tersebar luas, pengguna media sosial pun mulai bersimpati atas masalahnya.

"Sedih"! Pria tertinggi Pakistan, 23 tahun... berjuang untuk menemukan cinta setelah lamaran pernikahan keluarganya terus-menerus ditolak karena ukuran tubuhnya," komentar salah satu pengguna Twitter @aadiltsh.

Pengguna Twitter lainnya, @ Lail70809723 memposting: "Ini aneh, tapi sedih."

Menurut The Express Tribune, kehidupan pemuda itu berubah pada usia sepuluh tahun.

"Pada usia sepuluh tahun, tiba-tiba tinggi badanku terus bertambah. Seluruh tubuh menjadi lemah .... Dokter mengatakan bahwa kelemahannya adalah karena kekurangan kalsium dan menyarankan saya untuk makan makanan yang kaya kalsium .... tetapi dalam setahun, saya menjadi orang tertinggi di keluarga kami."

Kendati demikian, Rashid tetap percaya diri.

"Terlepas dari segala rintangan, aku merasa bangga dengan tinggi badanku. Aku merasa bangga tampil berbeda dari orang lain. Ini memberiku banyak kebahagiaan, orang-orang datang dan selfie denganku. Aku mendapatkan banyak cinta dan perhatian dari orang-orang dan itu membuatku merasa bangga.”

Pemuda Pakistan itu juga terkadang diundang ke beberapa acara pribadi di seluruh dunia. Salah satu yang terbaru di Zimbabwe, menurut Daily Mail yang berbasis di Inggris.

Berikut ini videonya:

Bertubuh Besar Seperti Raksasa, Pria Ini Bebas dari Penjara

Pria Bertubuh raksasa. (SWNS.com)

Sementara itu, gara-gara memiliki tubuh berukuran tak biasa mirip raksasa, pria asal Inggris dibebaskan dari hukuman penjara. Alasannya, karena tak ada tempat tidur dan seragam tahanan dengan ukuran cukup untuknya, yang memiliki tinggi badan sekitar 2,4 meter.

Padahal ia telah memanfaatkan secara negatif tubuh besarnya itu. Dengan melakukan banyak kejahatan.

Adalah Jude Medcalf, pria asal kota Newton Abbot, Devon, yang dibebaskan pihak kepolisian setelah menghabiskan 75 hari di dalam penjara, akibat kedua kendala tadi. 

Seperti dilansir dari Daily Mail, Jumat 28 Maret 2014, beberapa kejahatan yang membuatnya dijebloskan ke dalam penjara adalah merampok sebuah rumah untuk mencuri hadiah Natal senilai 30 Poundsterling. Sebelumnya ia juga menakuti wanita tua pemilik rumah dengan menodongkan pistol angin di jendela rumah.

Jude juga pernah mencuri makanan. Ia mencuri steak berukuran besar di sebuah tempat makan dengan mengalihkan perhatian pelayan. Ia juga pernah menodongkan pistol angin ke arah kekasihnya. Yang membuat kaca mobil retak.

Atas segala kesulitan yagn dialami Jude, setelah mendekam di penjara selama 2 bulan lebih, pihak kepolisian memutuskan untuk melepaskannya.

"Dia dibebaskan bukan karena berbuat baik selama di penjara. Tapi karena alasan fisik, seperti selimut dan pakaian," ujar pengacara kekasih Jude, William Parkhill.

Pernyataan itu disetujui oleh koordinator nasional Asosiasi Sindrom Klinefelter, Sue Cook.

Sue mengatakan, sindrom klinefeler yang diderita Jude, seharusnya sudah diperhitungkan oleh pihak penjara. Sebab, itu bukan penyakit yang jarang dan sudah umum terjadi. Namun, Pihak kepolisian mengatakan, bahwa mereka bisa saja menjatuhkan hukuman penjara yang lebih lama, tetapi Jude mengalami banyak kesulitan dalam hidupnya.

Meski tak lagi di penjara, polisi tetap menghukum Jude dengan memberinya jam malam dan wajib lapor selama 12 bulan.

Tubuh besar Jude terjadi karena ia menderita sindrom Klinefelter, yaitu gangguan pertumbuhan yang langka. Yang membuat Jude masih bisa tumbuh lebih tinggi dan lebih besar lagi. 

Sindrom Klinefelter pertama kali didiagnosis pada tahun 1942, oleh Dr Harry Klinefelter di Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston.

Korban mengalami pembesaran pada payudara, wajah dan tubuh dengan rambut tipis, testis kecil, dan ketidakmampuan untuk memproduksi sperma.

Pria dengan kondisi itu, bisa berkembang mencapai 1,8 meter. Yang mencapai 2 meter lebih hanya ada 2, termasuk Jude, beber Sue.

Penderita cenderung mengalami masalah pada gender, karena mereka memiliki kromosom ekstra, yang juga merupakan kromosom wanita . Mereka juga menderita kesulitan skeletal - masalah dengan tulang mereka.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya