Liputan6.com, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengingatkan bangsa Indonesia jangan sampai tercabik-cabik karena pilihan politik yang berbeda. Hal ini dikatakannya dalam rangka menyambut Pilkada dan Pilpres yang akan digelar pada April 2019.
"Pada pemilihan umum legislatif dan Pemilihan Presiden yang akan datang, kedewasaan ini sangat kita harapkan dari seluruh jajaran masyarakat. Janganlah pilihan politik menjadi bangsa ini tercabik-cabik, terkoyak-koyak dan meninggalkan luka yang dalam," ujar Yasonna di Kantor Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).
Advertisement
Yasonna ingin penyelanggaraan Pileg dan Pilpres nanti berlangsung seperti Pilkada Serentak beberapa waktu lalu. Sebab, pada Pilkada Serentak itu, bangsa Indonesia telah menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
"Kita juga sudah melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak dalam tiga gelombang dan kedewasaan kita dalam berdemokrasi semakin matang. Dalam pemilihan kepala daerah serentak, kendati ada persoalan-persoalan, gejolak-gejolak, tetapi kita dapat melampuinya dengan baik," ucap dia.
Dia berharap siapa pun Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih nanti, bangsa Indonesia tetap bersatu dan tak terpecah-belah. Yasonna tak ingin akhir Pilpres seperti Pilpres Amerika Serikat 2016 yang hingga kini masih menimbulkan luka mendalam bagi pendukung Hillary Clinton.
"Antara pendukung Trump dan yang tidak mendukung Trump sampai sekarang menimbulkan soal-soal yang terasa di masyarakat," kata dia.
Jangan Terkoyak
Yasonna menuturkan, Indonesia sebagai sebagai bangsa besar tidak terkoyak-koyak karena pilihan politik. Dia mengimbau masyarakat tetap tenang melaksanakan Pemilu 2019.
"Mari kita laksanakan pemilihan umum dengan sukacita, dengan kegembiraan melihat dengan jelas bahwa bangsa ini adalah bangsa yang sangat besar," pungkas Yasonna.
Saksikan video menarik berikut ini: