Mahasiswa di Makassar Tolak Kenaikan Harga BBM

Penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak di Makassar, Sulsel, terus berlanjut. Antara lain oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah yang berunjuk rasa di depan kampusnya.

oleh Liputan6 diperbarui 19 Mar 2012, 23:01 WIB
Liputan6.com, Makassar: Penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak di Makassar, Sulawesi Selatan, terus berlanjut. Hal itu dilakukan antara lain oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah yang berunjuk rasa di depan kampusnya di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Senin (19/3) dengan memblokade jalan menggunakan truk tronton.

Dalam orasinya mereka menolak rencana kenaikan harga BBM karena dianggap akan menyengsarakan rakyat. Jika harga BBM naik juga akan memicu kenaikan harga sembako dan kebutuhan lainnya. Karena itu mahasiswa mendesak pemerintah tidak menaikkan harga BBM. Mahasiswa juga meminta pemerintah kembali ke Pasal 33 UUD 1945 demi kepentingan rakyat Indonesia, bukan kepentingan para pengusaha.

Aksi mahasiswa menutup jalan dengan truk tronton membuat jalan lintas poros Kota Makassar-Kabupaten Gowa macet sepanjang delapan kilometer. Aksi ini berjalan lancar dan aman. Usai menggelar aksinya mereka konvoi keliling Kota Makassar guna mengajak pengguna jalan ikut menolak rencana kenaikan harga BBM pada April mendatang.(ADO)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya