Pohan: Otaknya Saja Jangan Ngeres!

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Ramadhan Pohan menilai selama ini dirinya tak pernah menemukan staf ahli memakai pakaian seksi saat bertugas di DPR.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Maret 2012, 05:12 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Terkait adanya peraturan dari pimpinan DPR yang melarang staf ahli anggota DPR memakai pakaian seksi memunculkan reaksi dari anggota DPR. Seorang di antaranya anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Ramadhan Pohan.

Pohan menilai selama ini dirinya tak pernah menemukan staf ahli memakai pakaian seksi saat bertugas di DPR. Karena itu ia menilai peraturan ini kurang pas diberlakukan. Maka yang harus dibenahi adalah pola pikir dan cara pandang pimpinan dan anggota DPR dalam melihat penampilan seorang wanita [baca: Gedung Dewan Tanpa Rok Mini].

"Menurut saya, saya engga pernah lihat ada yang pakaian seronok di DPR, tapi kalau otak kita udah ngeres maka kalau ada perempuan yang pakai kebaya juga bawaannya jadi ngeres," kata Pohan saat ditemui di sela-sela silahturahmi pers nasional di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta, Selasa (6/3).

Lebih lanjut Wakil Sekretaris Djendral Partai Demokrat ini juga menjelaskan dirinya tak mempermasalahkan adanya peraturan itu. Tapi Pohan meminta agar setiap peraturan yang dikeluarkan untuk lingkungan DPR tak terlalu berlebihan.

"Kalau mau diatur, boleh saja diatur tapi jangan berlebihan yang wajar-wajar saja. Di DPR kita untuk bekerja, dan tidak berfikir terhadap yang seksi-seksi itu, DPR harus berfikir untuk membuat undang-undang yang sudah menjadi program legislasi dan bukan buat praturan yang tidak substansaial," pungkasnya.

Perlu diketahui, aturan baru tentang etika berpakaian sopan di lingkungan DPR benar-benar menjadi keseriusan bagi pimpinan Dewan. Pimpinan DPR tak menolerir staf ataupun pegawai DPR yang berpakaian seksi dan tak sopan. Imbauan tertulis telah diedarkan ke seluruh anggota DPR.(AIS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya