Review Pergerakan Rupiah 10-17 Februari 2012

Pergerakan nilai tukar rupiah selama satu minggu kemarin (10-17 Februari 2012) tampak mengalami kondisi yang melemah meskipun tipis saja, bahkan dapat dibilang nyaris flat

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Februari 2012, 07:11 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah selama satu minggu kemarin (10-17 Februari 2012) tampak mengalami kondisi yang melemah meskipun tipis saja, bahkan dapat dibilang nyaris flat . Pergerakan rupiah terutama didorong oleh belum pastinya pemberian bantuan lanjutan bagi Yunani.

Nilai tukar rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta, Jumat (17/2) sore, melemah ke kisaran 9.020 per dolar AS, melemah 25 poin dari posisi penutupan sebelumnya 8.995 per dolar AS.Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam satu minggu belakangan mengalami pergerakan yang melemah sebesar 30 poin. Rupiah minggu lalu tercatat ditutup pada posisi Rp8.990 per dolar AS.

Pelaku pasar belum melihat adanya kejelasan apakah Yunani dapat mengamankan pengucuran dana talangan (bailout), meski nantinya akan ada harapan untuk diberikan pada akhirnya.Rumor tentang swap obligasi negara kasawan Eropa belum berhasil meredakan tekanan terhadap nilai tukar euro termasuk rupiah setelah para menteri keuangan gagal menyepakati paket bailout baru untuk Athena.

Sebelumnya pemimpin partai politik di Yunani sepakat untuk melanjutkan penghematan lebih lanjut sehingga dapat menghasilkan penghematan anggaran sebesar 3,3 miliar euro.Meski demikian data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan akan dapat memperbaiki sentimen di pasar keuangan ke depanya.Rupiah tampaknya akan masih ditahan untuk tidak melemah terlalu berlebihan karena akan menggangu stabilitas ekonomi dalam negeri. Tampaknya minggu depan BI akan terus menjaga rupiah untuk bergerak di kisaran level Rp9.000 - 9.200-an. (http://www.vibiznews.com/ARI)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya