Liputan6.com, Palembang: Akun alias Jailudin, pemilik Karaoke Heppi di Palembang, Sumatra Selatan, siap menanggung keluarga dari 46 korban yang tewas terpanggang di rumah hiburan miliknya, Ahad silam. Pria tambun itu mengaku tidak berniat kabur setelah kecelakaan. Dia beralasan sudah membeli tiket untuk pergi ke Palembang, tapi mendadak sakit dan membatalkan kepergiannya. "Keluarga saya menyarankan untuk istirahat dulu," kata Akun kepada pers di Markas Kepolisian Daerah Sumsel, Kamis (11/7) siang.
Lebih jauh Akun mengatakan pasrah dan siap bertanggung jawab atas insiden Heppy. Dia menambahkan, Polri juga telah menurunkan personelnya untuk menyelidiki kasus tersebut [baca: Pemilik Karaoke Heppi Menyerahkan Diri]. "Saya sedih melihat banyak korban yang meninggal," ujar Akun. Meski sudah berstatus tersangka, Akun membantah tudingan dirinya sengaja membuat sabotase. Dugaan itu muncul karena dia mengasuransikan gedung tersebut senilai Rp 1 miliar.(KEN/Ajmal Rokian dan Yanuar Ichrom)
Lebih jauh Akun mengatakan pasrah dan siap bertanggung jawab atas insiden Heppy. Dia menambahkan, Polri juga telah menurunkan personelnya untuk menyelidiki kasus tersebut [baca: Pemilik Karaoke Heppi Menyerahkan Diri]. "Saya sedih melihat banyak korban yang meninggal," ujar Akun. Meski sudah berstatus tersangka, Akun membantah tudingan dirinya sengaja membuat sabotase. Dugaan itu muncul karena dia mengasuransikan gedung tersebut senilai Rp 1 miliar.(KEN/Ajmal Rokian dan Yanuar Ichrom)