Ragam Rencana Mulia Atlet Asian Games 2018 Usai Terima Bonus Besar

Para atlet berprestasi di Asian Games memiliki ragam rencana mulia usai menerima bonus.

oleh Gilar Ramdhani pada 03 Sep 2018, 20:00 WIB
Presiden Jokowi serahkan bonus kepada atlet peraih medali Asian Games 2018 di Istana Negara, Minggu (2/9/2018). (Liputan6.com/Hanz Jimenez Salim)

 

Liputan6.com, Riau Para atlet yang berlaga di Asian Games 2018 telah mendapatkan bonus dari Pemerintah Indonesia sejak hari Minggu (2/9) lalu. Tak hanya mereka yang meraih medali, pemerintah juga memberikan bonus buat para pelatih dan official hingga yang gagal menyumbangkan medali.

Respon pemerintah yang cepat ini pun menuai apresiasi dari Atlet Taekwondo, Defia Rosmaniar.

Peraih medali emas pertama Indonesia Defia Rosmaniar dari cabang taekwondo memuji pemberian bonus untuk atlet Asian Games yang cepat dari pemerintah.

"Ini cepat banget, belum penutupan langsung dapat, biasanya sebulan setelahnya baru dapat, kepedulian pemerintah untuk atlet Indonesia," kata Defia.

Dari bonus yang diterima, Defia berencana membuka tempat latihan taekwondo dari bonus tersebut.

 

Defia Rosmaniar menunjukkan medali emas Asian Games 2018-nya saat bertandang ke SCTV Tower, Senin (20/8/2018) (LIputan6.com/Giovani Dio Prasasti)

"Untuk beramal, membuat tabungan haji untuk orangtua, mau bikin tempat latihan juga, mau investasi, untuk masa depan aku," kata Defia.

Niat menaikkan haji orang tuanya usai menerima bonus hasil prestasi medali emas Asian Games 2018 juga diungkapkan Pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah.

"Saya sangat ingin menaikkan haji orang tua, Alhamdulillah dapat bonus ini," ujar Hanifan ditemui sebelum mengikuti upacara penutupan Asian Games di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/9/2018).

 

Pesilat peraih medali emas Asian Games 2018, Hanifan Yudani Kusumah, diapit kedua orang tua. (Bola.com/Erwin Snaz)

Pesilat kelahiran 25 Oktober 1997 tersebut mengaku selama ini mengharapkan orang tuanya, Dewiyanti dan Dani Wisnu, bisa pergi ke Tanah Suci atau Naik Haji.

Sebelum pergi haji, Hanifan dan keluarganya akan menunaikan ibadah umroh dalam waktu dekat ini, termasuk bersama keluarga Pipiet Kamelia, sang kekasih yang juga salah seorang pesilat peraih medali emas.Tak ketinggalan, keduanya juga akan membayar zakat atas bonus uang yang diterimanya dari pemerintah, yakni masing-masing Rp1,5 miliar.

Sementara itu, bagi atlet skateboard cilik Indonesia, Bunga Nyimas Cinta yang peraih perunggu mengatakan bonus Rp 250 juta yang didapatkan akan ditabung.

 

Salah satu atlet skateboard putri Indonesia di Asian Games 2018, Bunga Nyimas (ANTARA FOTO/INASGOC/Muhammad Adimaja/thv/18)

"Uangnya buat ditabung, buat sedekah dulu baru buat yang lain, maunya beli mobil," kata Bunga, di Istana Negara, Minggu (2/9/2018) seperti dilansir Antara.

Indonesia finis di posisi 4 dengan perolehan 31 medali emas, 24 medali perunggu, dan 43 medali perunggu. Dengan perolehan medali yang diraih Indonesia, banyak orang berharap Asian Games 2018 menjadi momentum bagi Tanah Air untuk bangkit di ajang-ajang pesta olahraga lainnya. Keberhasilan Indonesia pada ajang Asian Games tak luput dari dukungan para suporter dan official.

Seperti dukungan dari perusahaan jasa aplikasi Grab sebagai sponsor resmi Asian Games 2018. Perusahan tersebut memberi dukungan ke atlet-atlet Indonesia lewat program kampanye #CeritaKemenangan dan #KemenanganItuDekat. Kampanye ini mengajak rakyat Indonesia untuk memberikan dukungan kepada putra-putri bangsa yang tengah berlaga di ajang terbesar Asia.

Grab melibatkan tujuh legenda olahraga nasional, Tati Sumirah (bulutangkis), Ellyas Pical (tinju), Nico Thomas (tinju), Pascal Wimar (voli), Abdul Rojak (taekwondo), Sutiono (balap sepeda), dan Alex Pulalo ( sepak bola) dalam kegiatan torch relay. Sukses mereka di masa lalu diyakini akan jadi sumber inspirasi bagi atlet-atlet kita.

 

(Adv)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya