Belasan Buronan Napi LP Pekanbaru Ditangkap

Polisi menangkap 16 dari 49 napi LP Pekanbaru, Riau, yang kabur dari penjara. Untuk menangkap napi lainnya, Poltabes Pekanbaru mengerahkan enam peleton polisi dan dua peleton anggota Brimob.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Juni 2002, 15:00 WIB
Liputan6.com, Pekanbaru: Jajaran Kepolisian Kota Besar dan pegawai Lembaga Pemasyarakatan Pekanbaru, Riau, menangkap 16 narapidana yang melarikan diri, Senin kemarin. Hingga Selasa (18/6) siang ini, polisi masih mencari 33 napi lainnya. Di antara napi yang ditangkap adalah Hendro dan Razak yang dikepung polisi di sebuah lapangan, 500 meter dari LP. "Mereka diduga kebingungan dan tak tahu jalan sehingga dengan mudah diringkus," kata Kepala Poltabes Pekanbaru Komisaris Besar Polisi Totoy H. Indra.

Pelarian napi membuat situasi di sekitar LP Pekanbaru mencekam. Untuk menjaga keamanan di LP Pekanbaru dan memburu napi, Poltabes Pekanbaru sudah mengerahkan enam peleton pasukan polisi serta dua peleton Brigade Mobil. Polisi juga memblokir semua jalan yang bisa dijadikan jalur buat melarikan diri. Upaya polisi mendapat dukungan warga. Secara spontan, warga mengunci semua pintu rumah agar napi tak lari ke kediaman mereka. Langkah ini dilakukan warga karena mereka mendengar beberapa kali letusan senjata api polisi yang tengah memburu para buronan tersebut.

Seperti diketahui, penyebab buronnya 49 napi--bukan 15 seperti pemberitaan sebelumnya--berawal saat para napi menonton pertandingan sepak bola Piala Dunia 2002 antara kesebelasan Brasil melawan Belgia [baca: Belasan Napi LP Pekanbaru Kabur]. Tiba-tiba, Ambon, napi yang dipercaya buat memegang kunci--juga sedang menonton bola--disembur dengan air cabe. Ruangan menjadi gaduh lantaran Ambon kesakitan karena kepedihan terkena cairan cabe. Kunci kamar nomor 1B, 2B, dan 3B pun berpindah tangan. Para napi tak menyia-nyiakan Kesempatan tersebut. Mereka langsung membuka pintu dan kabur.(ULF/Yusril Ardanis)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya