Sekjen PPP: Tak Ada Rebutan Posisi Cawapres dan Menteri di Koalisi Jokowi

Arsul mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di antara partai pendukung Jokowi dalam hal cawapres dan menteri.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 01 Agustus 2018, 03:36 WIB
Presiden Joko Widodo berbicara di Forum CEO Lunch saat pertemuan ASEAN-Australia Special Summit 2018 di Sydney (17/3). Jokowi pidato di depan ratusan CEO, pelaku usaha kecil dan menengah di ASEAN-Australia Bussiness Forum.(Mark Metcalfe/Pool Photo via AP)

Liputan6.com, Jakarta- Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menegaskan tak ada riak soal posisi cawapres di tubuh koalisi pendukung Jokowi. Ia mengatakan, setiap partai sudah menyerahkan putusan soal cawapres ke Jokowi.

"Justru tadi saya bilang, di koalisi Pak Jokowi enggak ada rebutan jadi cawapres. Bahwa saling berkompetisi enggak apa-apa, sekali lagi yang penting selama tidak menegasikan tidak masalah," kata dia, Selasa (31/7/2018).

Arsul juga menampik ada kesepakatan pembagian kursi menteri antara Jokowi dengan ketua umum partai. Iklim koalisi, menurut dia, menjadi tak sehat bila hal itu terjadi.

Sebab, kata Arsul, akan banyak manuver saling sikut antarpartai. Yang terjadi, lanjutnya, tiap partai menyoroti kinerja menteri dari partai lain.

"Saya misalnya akan memberi nilai kurang bagus menteri portofolio partai lain, partai lain begitu ke menteri agama," ucapnya.

Soal putusan final nama cawapres pendamping Jokowi, Arsul enggan buka suara. Menurutnya, informasi itu akan disampaikan langsung oleh Jokowi.

Ia menggarisbawahi, tak akan ada kejutan yang muncul. Penyebabnya, nama cawapres tak jauh dari 10 nama yang telah beredar.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Saksikan video pilihan di bawah ini

 

 

Presiden Joko Widodo didampingi Ketum PPP Romahamurmuziy dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo tiba Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur, Sabtu (3/2). Jokowi dan Romi tampak kompak mengenakan sarung. (Liputan6.com/Pool/Biro Pers Setpres)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya