Kisah 3 Srikandi Indonesia di Emansifashion 2019

Pengunjung dapat menyadari peran penting yang dimiliki oleh wanita dan melihat cerita kehidupan tiga srikandi di masa lalu, yakni Raden Ajeng Kartini, Cut Nyak Dhien, dan Nyi Ageng Serang.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 27 Juni 2019, 15:00 WIB
Ibu RA Kartini diyakini meninggal akibat penyakit Preeklampsia. Apa itu ya?

Liputan6.com, Jakarta - Dengan berkurangnya kesadaran generasi muda terhadap akar sejarah Indonesia, diperlukan usaha membangun kembali kepedulian masyarakat dalam pembentukan generasi yang memiliki rasa menghormati jasa pahlawan, terutama para pahlawan wanita.

Emansifashion merupakan sebuah thematic fashion event yang ingin meningkatkan kembali women empowerment dengan mengangkat kisah semangat juang pahlawan wanita Indonesia dahulu ke dalam hidup wanita Indonesia di zaman modern.

Melalui Emansifashion, pengunjung dapat menyadari peran penting yang dimiliki oleh wanita dan melihat cerita kehidupan tiga srikandi di masa lalu, yakni Raden Ajeng Kartini, Cut Nyak Dhien, dan Nyi Ageng Serang.

Sebagai acara puncak, akan diadakan thematic fashion bazar dengan tenant lokal yang telah dikurasi secara tepat dan theatrical fashion show dari designer Annisa Arumdari dari ESSETRA dan Yurita Puji yang menceritakan kehidupan dari tiga srikandi Indonesia, yaitu R.A. Kartini, Cut Nyak Dhien, dan Nyi Ageng Serang.

Dalam acara ini, pengunjung juga bisa melihat koleksi kain, sulaman dan border yang terdapat di Museum Tekstil Jakarta, karena bertepatan dengan Pameran Pesona Wastra Sulaman & Bordir Indonesia selama acara Emansifashion berlangsung.

Banyak Kegiatan Menarik

Selain itu, akan diadakan pula talkshow berjudul “Women Tea Talk” yang membawakan tema “Dalam Fashion tetap On Action.” Pembicara yang akan mengisi talkshow adalah Elise Santoso (owner Ballooney.id), Susianty Kawira (owner Yayasan Swastisvarna dan author "Sang Penakluk Romantisme dan Perjuangan Hidup"), dan Sri Sinta Iskandar (Wakil Ketua Wastraprema).

Ada pula workshop membatik yang dibawakan langsung oleh Museum Tekstil dengan corak yang berasal dari tempat kelahiran masing-masing pahlawan wanita yang diangkat. Pengunjung bisa mendapatkan pengalaman langsung membatik hanya dengan biaya Rp 50 ribu.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya