Waria di Medan Tewas Terikat Lakban

Waria di Medan itu tak kunjung membuka kamar hotelnya sehingga mengundang kecurigaan karyawan hotel.

oleh Reza Efendi diperbarui 08 Jul 2018, 00:02 WIB
Waria di Medan itu tak kunjung membuka kamar hotelnya sehingga mengundang kecurigaan karyawan hotel. (Liputan6.com/Reza Efendi)

Liputan6.com, Medan - Seorang waria (wanita pria) ditemukan meninggal dunia di salah satu kamar hotel yang terletak di kawasa Jalan Iskandar Muda, Kota Medan, Sumatera Utara. Jasad waria itu pertama kali ditemukan seorang karyawan hotel.

Informasi diperoleh Liputan6.com, penemuan jasad sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, seorang karyawan hotel menggedor pintu kamar nomor 316 di lantai 3 tempat korban menginap.

Karena tidak ada respons, karyawan hotel beserta dua orang security membuka pintu kamar menggunakan kunci serep. "Saat kami buka, kami lihat korban sudah tidak bernyawa. Posisinya telungkup, berada di antara tempat tidur," kata karyawan hotel yang enggan disebutkan namanya, Sabtu, 7 Juli 2018.

Pihak hotel kemudian menghubungi pihak kepolisian. Tidak lama berselang, petugas yang mendapat informasi langsung ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Polisi juga mengidentifikasi dan memeriksa sejumlah saksi, kemudian membawa korban ke rumah sakit.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, waria yang ditemukan di kamar hotel diduga korban pembunuhan. Sebab saat pihaknya pertama kali melihat, kondisi mayat diikat lakban pada bagian kaki, lutut, tangan, dan mulut.

"Dugaan sementara. Selain di beberapa bagin terikat lakban, di leher korban terikat kain," kata Putu.

Diungkapkan Putu, dari informasi yang diperoleh pihaknya, sebelum ditemukan tewas, korban diketahui menginap di hotel tersebut sejak Kamis, 5 Juli 2018. Korban memesan kamar nomor 316 yang berada di lantai 3.

"Saat pertama kali ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Pihak hotel menghubungi kita," ungkapnya.

Putu menyebut, dari dalam kamar hotel tersebut petugas menemukan beberapa milik waria itu seperti rambut panjang palsu atau wig, tas koper, fotokopi KTP korban atas nama Budianto, sarta barang-barang korban lainnya.

"Kita masih menyelidiki kasus ini. Korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucap Putu.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya