Piala Dunia 2018 : Permainan Kylian Mbappe Perlihatkan Sisi Gelap Pinggiran Kota Paris

Prestasi Kylian Mbappe dan Timnas Prancis di ajang Piala Dunia tidak hanya membawa semangat positif bagi negara itu, juga membuka mata publik tentang sisi gelap daerah pinggiran di sana

oleh Giovani Dio PrasastiDiterbitkan 06 Juli 2018, 19:00 WIB
Kylian Mbappe berasal dari kota Bondy, di pinggir Paris, Perancis (AP/David Vincent)

Liputan6.com, Jakarta Semangat juang dan permainan tim nasional Prancis di Piala Dunia 2018 memang membawa energi positif. Di sisi lain, hal tersebut juga seakan membuka sisi gelap dari pinggiran kota di negara itu.

Sebagian anggota Timnas Perancis Piala Dunia berasal dari kaum "les banlieues", sebutan bagi mereka mereka yang tidak berkulit putih, berasal dari pinggiran kota, dan merupakan buruh. Kebanyakan dari mereka berada di sekitar kota besar seperti Paris, Lyon, dan Marseilles.

Salah satu pemain yang mencuri perhatian di Piala Dunia, Kylian Mbappe berasal dari pinggiran Paris, Bondy. Jaraknya kurang dari 16 kilometer dari pusat kota tapi terasa seperti dunia yang berbeda dengan bangunan-bangunannya yang khas.

Walikota Bondy, Sylvine Thomassin mengatakan, efek dari Kylian Mbappe merupakan sebuah dorongan nyata bagi kota tersebut.

"Ini luar biasa. Karena begitu sering orang bicara tentang pinggiran kota dari sisi yang negatif," kata Thomassin seperti dilansir dari National Public Radio pada Jumat (6/7/2018).

Menurut Thomassin, Mbappe berasal dari keluarga yang sudah tinggal di Bondy sejak tiga generasi. Mereka berasal dari Aljazair dan Kamerun.

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:


Menghadapi Diskriminasi

Dimulai di akhir 1950 hingga 1960-an, para pekerja imigran yang kebanyakan berasal dari Afrika Utara berbondong-bondong ke Prancis.

Mereka bekerja di pekerjaan konstruksi dan tinggal di proyek perumahan di sekitar kota besar. Namun saat ini, pekerjaan mereka saat ini telah banyak hilang dan perumahannya telah runtuh.

Banyak orang yang tinggal di sana mengatakan bahwa mereka menghadapi diskriminasi.

Walau begitu, sepertinya tidak semua orang peduli tentang Kylian Mbappe. Seorang penduduk setempat Nordine Beta mengatakan, dia tidak masalah jika Mbappe berasal dari tempat itu. Namun, dia menolak untuk mendukung timnas Perancis.

"Orangtua saya orang Aljazair dan saya lahir di sini. Tetapi saya tidak merasa seperti orang Prancis. Orang-orang bertanya selama hidup saya darimana saya berasal. Itu berarti saya masih belum diterima sebagai warga Perancis. Saya harus meyakinkan itu pada diri sendiri," kata Beta.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya