Berkah Haul Emas Guru Tua dari Palu

Guru Tua merupakan panggilan bagi Habib Idrus bin Salim Aljufri yang mendirikan ormas Islam ternama.

oleh Apriawan diperbarui 01 Jul 2018, 21:00 WIB
Guru Tua merupakan panggilan bagi Habib Idrus bin Salim Aljufri yang mendirikan ormas Islam ternama. (Liputan6.com/Apriawan)

Liputan6.com, Palu - Nama Habib Idrus bin Salim Aljufri mungkin tidak dikenal semua orang. Namun, jasanya dalam mengembangkan agama Islam di Indonesia Timur diakui orang hingga diabadikan menjadi nama bandara di Palu, Sulawesi Tengah.

Habib yang akrab disapa Guru Tua itu mendirikan ormas Islam Alkhairaat yang kini memiliki banyak pengikut. Sabtu, 30 Juni 2018, merupakan puncak peringatan wafatnya (haul) Guru Tua ke-50.

Ribuan warga Alkhairaat dari berbagai daerah di Indonesia membanjiri Haul Emas Guru Tua ke-50 pada kemarin pagi. Haul tersebut selalu diadakan tiap tahunnya di Komplek Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Jalan Sis Aljufri, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Di antara ribuan tamu yang hadir, terdapat pula Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto serta Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Mereka disambut dengan tarian daerah penyambut tamu khas Suku Kaili, Pokambu, sesaat tiba di Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 29 Juni 2018 sekitar pukul 18.03 Wita.

Tarian Pokambu dimainkan oleh beberapa perempuan dengan mengenakan pakaian adat khas daerah Sulawesi Tengah, yang diiringi dengan irama merdu alat musik Kakula.

Kehadiran kedua petinggi negara itu menunjukkan bahwa peran Ormas Alkhairaat dalam memajukan bangsa tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi, ormas bergerak mulai dari bidang pendidikan di tingkat SD hingga Perguruan Tinggi, sampai menyentuh lembaga kesehatan, serta media dan penerbitan.

Dengan ribuan pengikut, tak jarang ormas Islam yang satu ini dikunjungi oleh tokoh-tokoh politik menjelang pilkada maupun pileg. Atas dedikasi dan pengaruh yang dimiliki, nama Guru Tua banyak diabadikan sebagai nama tempat maupun jalan.

Hampir tiap tahun, kegiatan Haul Guru Tua membawa berkah bagi masyarakat Kota Palu. Yang kecipratan mulai dari pedagang kaki lima hingga penjual kerajinan dan pakaian busana muslim laris manis setiap momen tahunan ini digelar.

Abdul Hafid, misalnya, pedagang beragam jenis barang itu tidak pernah melewatkan kegiatan haul Guru Tua selama lima tahun terakhir. "Alhamdulillah, sudah lima tahun saya tidak pernah alpa untuk berjualan di kegiatan haul Guru Tua. Keuntungan pun lebih dari cukup," ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya