Liputan6.com, Jakarta: Penggemar ikan hias di Tanah Air tampaknya kedatangan pendatang baru. Bentuknya tak kalah unik dengan primadona ikan hias sebelumnya: arwana dan koi. Namanya lou han. Belakangan ini, lou han ramai dibicarakan para penggemar ikan hias. Sebab, selain lucu, ikan ini juga menjanjikan keuntungan berlipat dari segi bisnis. Tak heran, lou han diperkirakan mampu menyaingi ketenaran dua ikan hias yang disebut pertama tadi. Dalam pameran ikan hias di Jakarta, baru-baru ini, ada lou han yang ditawari seharga Rp 250 juta. Kehadirannya tentu saja menyita perhatian pengunjung yang datang. Seperti anjing, ikan ini mampu mengenali si empunya dengan cara memonyongkan mulut jika pemilik datang mendekat.
Lou han berasal dari persilangan berbagai jenis ikan dari golongan ciklit. Induk asli ikan ini sebagian besar berasal dari Texas, Amerika Serikat; Guatemala, dan Argentina. Lantaran persilangan itu pula lou han memiliki berbagai macam bentuk dan warna.
Secara umum, lou han dibagi menjadi dua golongan besar: lou han bertanda disebut marking dan yang tidak bertanda atau non-marking. Untuk membedakannya, pada tubuh lou han jenis marking ada tato hitam. Tato ini kadang berbentuk huruf Cina atau angka. Bahkan, ada juga yang mempunyai garis hitam seperti alis di atas mata. Tato itulah yang menentukan harga lou han. Meskipun kecil, lou han bertato dapat dijual seharga Rp 35 juta.
Selain tato, bentuk kepala atau benjolan di kepala dan warna juga menentukan harga. Semakin besar dan bagus benjolan di atas kepala, semakin mahal harga lou han: mencapai Rp 50 juta seekor. Namun demikian, lou han tanpa tato dan benjolan di kepala juga bisa berharga mahal. Tentunya, ikan ini harus memenuhi syarat tertentu yang menjadikannya lebih bernilai. Misalnya, lou han yang bersisik dengan corak dan warna yang bagus. Dalam pameran tersebut, lou han model seperti itu ditawarkan Rp 250 juta.
Bagi penggemar lou han yang berkantong pas-pasan juga bisa mendapatkan ikan jenis ini dengan membeli bibitnya terlebih dahulu. Harga bibit lou han yang berinduk impor berkisar Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu per ekor. Dalam perawatan, ikan ini tergolong mudah. Hanya dengan mengunakan air tawar yang cukup bersih serta makanan berupa cacing beku dan udang, lou han bisa hidup sehat dan menarik mata.
Saat ini, induk lou han diimpor dari Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tapi, lou han dari ketiga negara itu mempunyai ciri khas: berukuran pendek dan gemuk. Itulah sebabnya, ikan ini juga dikenal sebagai ikan cacat.(SID/Nina Estanto dan Dwi Guntoro)
Lou han berasal dari persilangan berbagai jenis ikan dari golongan ciklit. Induk asli ikan ini sebagian besar berasal dari Texas, Amerika Serikat; Guatemala, dan Argentina. Lantaran persilangan itu pula lou han memiliki berbagai macam bentuk dan warna.
Secara umum, lou han dibagi menjadi dua golongan besar: lou han bertanda disebut marking dan yang tidak bertanda atau non-marking. Untuk membedakannya, pada tubuh lou han jenis marking ada tato hitam. Tato ini kadang berbentuk huruf Cina atau angka. Bahkan, ada juga yang mempunyai garis hitam seperti alis di atas mata. Tato itulah yang menentukan harga lou han. Meskipun kecil, lou han bertato dapat dijual seharga Rp 35 juta.
Selain tato, bentuk kepala atau benjolan di kepala dan warna juga menentukan harga. Semakin besar dan bagus benjolan di atas kepala, semakin mahal harga lou han: mencapai Rp 50 juta seekor. Namun demikian, lou han tanpa tato dan benjolan di kepala juga bisa berharga mahal. Tentunya, ikan ini harus memenuhi syarat tertentu yang menjadikannya lebih bernilai. Misalnya, lou han yang bersisik dengan corak dan warna yang bagus. Dalam pameran tersebut, lou han model seperti itu ditawarkan Rp 250 juta.
Bagi penggemar lou han yang berkantong pas-pasan juga bisa mendapatkan ikan jenis ini dengan membeli bibitnya terlebih dahulu. Harga bibit lou han yang berinduk impor berkisar Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu per ekor. Dalam perawatan, ikan ini tergolong mudah. Hanya dengan mengunakan air tawar yang cukup bersih serta makanan berupa cacing beku dan udang, lou han bisa hidup sehat dan menarik mata.
Saat ini, induk lou han diimpor dari Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tapi, lou han dari ketiga negara itu mempunyai ciri khas: berukuran pendek dan gemuk. Itulah sebabnya, ikan ini juga dikenal sebagai ikan cacat.(SID/Nina Estanto dan Dwi Guntoro)