5 Alasan Liverpool Jadi Favorit Juara Liga Champions Musim Ini

Liverpool bertemu Real Madrid di final Liga Champions musim ini.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 06 Mei 2018, 10:00 WIB
Para pemain Liverpool memberikan selamat kepada Mohamed Salah (dua dari kanan) usai pemain berkebangsaan Mesir tersebut mencetak gol ke gawang Bournemouth, pada laga lanjutan Premier League 2017-2018, di Stadion Anfield, Sabtu (14/4/2018). Liverpool unggu

Liputan6.com, Liverpool - Eksistensi Liverpool musim ini mulai terbukti. Setelah tampil begitu mengesankan, mereka akhirnya sukses melaju ke final Liga Champions untuk kali pertama sejak 2005.

Perjalanan The Reds menuju Kiev cukup berliku. Liverpool sukses hancurkan Manchester City dengan agregat 5-1 dan tundukkan Roma 7-6 dalam dua leg. Jelas ini momentum bagus bagi pasukan Juergen Klopp untuk gondol trofi bergengsi itu.

Ditambah, Mohamed Salah dan kawan-kawan secara statistik total sudah mencetak 40 gol di Liga Champions. Besar kemungkinan mereka bisa saja raih gelar keenamnya setelah 2005 silam.

Berikut ada lima alasan mengapa Liverpool sangat favorit untuk juarai Liga Champions musim ini dikutip dari Sportskeeda:

 


5. Liverpool Lebih Seimbang

Para pemain Liverpool bertepuk tangan saat menyapa fans usai pertandingan semifinal Liga Champions Stadion Olimpiade di Roma (2/5). Liverpool takluk 4-2 atas Roma di leg kedua dan melaju ke final usai menang agregat 7-6. (AP Photo/Alessandra Tarantino)

Sepak bola merupakan tim dan bukan individu. Real Madrid mungkin memiliki lini tengah yang lebih baik tetapi pertahanannya begitu buruk.

Real Madrid memiliki lebih banyak kekuatan bintang. Tapi apa gunanya, bila tak bisa tampil sebagai tim? Liverpool belakangan dipuji karena sukses melejit meski ditinggal Philippe Coutinho yang memilih hijrah ke Barcelona.

Jelas itu sudah bisa menandakan kalau The Reds tak tergantung dengan satu orang saja. Meski faktanya Salah tengah mencuat, tapi mereka selalu bermain sebagai tim.

 


4. Real Madrid Krisis Identitas

Striker Real Madrid, Gareth Bale, usai mencetak gol ke gawang Leganes pada laga La Liga di Santiago Bernabeu, Sabtu (28/4/2018). Real Madrid menang 2-1 atas Leganes. (AP/Francisco Seco)

Sangat sulit untuk memahami bagaimana Real Madrid saat ini. Kendati bermain tanpa sistem taktis, mereka berada di final Liga Champions musim ini.

Seseorang dapat membantah bahwa setelah Chelsea pada tahun 2012, Real Madrid adalah finalis terburuk di Liga Champions dalam sedekade ini. Mereka juga tidak bisa bertahan seperti era Mourinho, juga tidak dapat memainkan sepak bola cepat seperti era Ancelotti.

Musim ini mereka hanya meletakkan bola di sayap dan kemudian memasukkannya ke dalam kotak penalti lawan. Hanya ada sedikit contoh musim ini ketika Galacticos bermain di tengah untuk menciptakan gol.


3. Liverpool Memiliki Serangan Terbaik di Eropa

Para pemain Liverpool merayakan gol yang dicetak oleh Mohamed Salah ke gawang AS Roma pada leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Anfield, Selasa (24/4/2018). Liverpool menang 5-2 atas AS Roma. (AP/Rui Vieira)

Serangan Liverpool sangat efisien. Liverpool mungkin memiliki pertahanan yang buruk dan lini tengah kurang menarik tetapi serangannya sangat mengerikan, seperti yang telah kita lihat sepanjang musim.

Lanjut Baca:

Roberto Firmino jarang memiliki permainan yang buruk dan dia sendiri sudah bisa merusak pertahanan Galaticos. Dia bekerja sama dengan Mohamed Salah dan Sadio Mane yang luar biasa, keduanya sangat padu dan selalu mencetak gol. Secara total, ketiganya telah mencetak 89 gol sepanjang musim ini dan itu bisa sangat baik mencapai tiga digit pada akhir musim. Sanggup tahan serangan mereka, Real Madrid?

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya