Liputan6.com, Jakarta: Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Laksamana Sukardi menuduh perusahaan sekuritas Merril Lynch dan Algemene Bank Nederland Amsterdam-Rotterdam (ABN Amro) melakukan insider trading, sehingga menyebabkan harga saham Indosat anjlok di Bursa Efek Jakarta. Aksi kedua perusahaan sekuritas tersebut juga menyebabkan target nilai penjualan saham perusahaan milik negara itu tak tercapai. Tuduhan itu disampaikan Laksamana sebelum menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, di Gedung DPR/MPR, Rabu (22/5).
Awalnya, menurut Laksamana, Merril Lynch melepas saham Indosat secara besar-besaran di BEJ setelah suspensinya dicabut 20 Mei silam. Akibatnya, harga saham Indosat anjlok tajam di level Rp 12 ribu per lembar, sehingga pemerintah gagal menjual 11,3 persen saham dengan target harga tertinggi senilai Rp 13 ribu. Akhirnya, pemerintah hanya bisa merealisasikan penjualan 8,1 persen saham dengan harga terendah Rp 12 ribu per lembar.
Merril Lynch adalah perusahaan penasihat keuangan Indosat yang ditunjuk untuk melakukan right issue saham [baca: Jasso Winarto: Right Issue Merugikan Indosat]. Laksamana menjelaskan, sebagai penasihat keuangan, Merril Lynch mengetahui berbagai informasi mengenai kondisi internal Indosat, aksi korporasi yang akan dilakukan, dan bagaimana trend harga saham. "Informasi itulah yang disalahgunakan untuk melakukan insider trading," kata fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawasan Penanaman (Bapepam) Modal Herwidayatmo mengatakan sudah mencermati kemungkinan insider trading sejak saham Indosat disuspen pada Jumat 17 Mei. Karena itulah, Tim Bapepam menyelidiki kemungkinan tersebut. Namun, hingga kini, belum ada kesimpulan yang bisa diungkapkan dari hasil penyelidikan itu.(AWD/Indy Rahmawati dan Budi Sukmadianto)
Awalnya, menurut Laksamana, Merril Lynch melepas saham Indosat secara besar-besaran di BEJ setelah suspensinya dicabut 20 Mei silam. Akibatnya, harga saham Indosat anjlok tajam di level Rp 12 ribu per lembar, sehingga pemerintah gagal menjual 11,3 persen saham dengan target harga tertinggi senilai Rp 13 ribu. Akhirnya, pemerintah hanya bisa merealisasikan penjualan 8,1 persen saham dengan harga terendah Rp 12 ribu per lembar.
Merril Lynch adalah perusahaan penasihat keuangan Indosat yang ditunjuk untuk melakukan right issue saham [baca: Jasso Winarto: Right Issue Merugikan Indosat]. Laksamana menjelaskan, sebagai penasihat keuangan, Merril Lynch mengetahui berbagai informasi mengenai kondisi internal Indosat, aksi korporasi yang akan dilakukan, dan bagaimana trend harga saham. "Informasi itulah yang disalahgunakan untuk melakukan insider trading," kata fungsionaris Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawasan Penanaman (Bapepam) Modal Herwidayatmo mengatakan sudah mencermati kemungkinan insider trading sejak saham Indosat disuspen pada Jumat 17 Mei. Karena itulah, Tim Bapepam menyelidiki kemungkinan tersebut. Namun, hingga kini, belum ada kesimpulan yang bisa diungkapkan dari hasil penyelidikan itu.(AWD/Indy Rahmawati dan Budi Sukmadianto)