Burhanuddin Rabbani: Terorisme Bukan dari Afghanistan

Mantan Presiden Afghanistan, Burhanuddin Rabbani menegaskan bahwa adanya gerakan terorisme yang terjadi di beberapa negara, termasuk di Indonesia itu bukan berasal dari Afghanistan. Menurutnya gerakan jihad yang berlangsung di Afghanistan itu dasarnya bukan terorisme, bahkan adalah anti terorisme.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Juli 2011, 06:53 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Mantan Presiden Afghanistan, Burhanuddin Rabbani menegaskan bahwa adanya gerakan terorisme yang terjadi di beberapa negara, termasuk di Indonesia itu bukan berasal dari Afghanistan. Lantaran menurutnya gerakan jihad yang berlangsung di Afghanistan itu dasarnya bukan terorisme, bahkan adalah anti terorisme.

"Gerakan terorisme yang terjadi di beberapa negara, termasuk di Indonesia itu bukan datang dari Afghanistan. Karena jihad yang berlangsung di Afghanistan itu dasarnya bukan terorisme, bahkan adalah anti terorisme," tegasnya, dalam konferensi pers hasil kesepakatan perundingan perdamaian Afghanistan di kantor PBNU yang diterjemahkan oleh Farouq, Selasa (17/9).

Lebih lanjut, Ketua Delegasi Konfrensi Perdamaian untuk Afganistan ini juga mencontohkan bahwa pada era Mujahiddin dalam melakukan perang selama 10 tahun saat melawan Uni Soviet, mereka para mujahidin tidak pernah melakukan tindakan terorisme untuk melawan Uni Soviet seperti meledakkan kedutaan Uni soviet di Afganistan dengan menggunakan Bom seperti yang dilakukan para teroris saat ini di Indonesia.

"Mereka tidak pernah meledakkan kedutaan Uni Soviet dan juga tidak pernah menculik orang-orang Uni Soviet, dan ini menunjukkan gerakan-gerakan ini dasarnya bukanlah terorisme sebagaimana yang telah dituduhkan, tidak ada satu orangpun dari Uni Soviet yang diculik oleh para Mujahidin," jelasnya.

Menurutnya, gerakan terorisme tersebut datang dari luar, bukan dari Afghanistan. Bahkan ia berani mengatakan sesungguhnya masyarakat Afghanistan sendiri adalah korban terorisme itu sendiri. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa, di Afghanistan sendiri, gerakan-gerakan terorisme tersebut bukan sebuah aliran kelompok agama, melainkan gerakan-gerakan terorisme itu sendiri dilakukan oleh kelompok-kelompok yang anti Islam yang bersumber dari gerakan-gerakan intelijen.

"Yang mendidik atau mentarbiyah anak-anak muda dari gerakan-gerakan terorisme ini sangat disesalkan, dan hal ini terjadi juga di negara anda (Indonesia). Saya pastikan hal ini bersumber dari agen intelijen sebagaimana yang terjadi di Bali. Dan kami yakinkan kembali gerakan Mujahidin dasarnya bukanlah terorisme melakinkan anti terorisme itu sendiri. Semua gerakan ini adalah untuk menjelekkan image Islam itu sendiri," pungkasnya.(BJK/ARI)


POPULER

Berita Terkini Selengkapnya