Liputan6.com, Paris: Presiden Prancis Jacques Chirac kembali menduduki kursi nomor satu di Negeri Kelahiran Napoleon Bonaparte setelah memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan umum kedua yang diumumkan di Paris, Ahad (5/5). Chirac memperoleh sekitar 82 persen suara. Sedangkan kandidat lainnya dari Front Nasional Jean-Marie Le Pen hanya sekitar 18 persen suara.
Kemenangan Chirac ini membuat lega para pendukungnya lantaran pada putaran pertama, kandidat lainnya Le Pen berhasil meraih 16,9 persen suara dan membuat Perdana Menteri Lionel Jospin dari Partai Sosialis tersingkir dari pencalonan. Apalagi, kemenangan Le Pen dalam putaran pertama 21 April silam juga memicu gelombang unjuk rasa di kalangan masyarakat Negeri Mode itu. Mereka umumnya menentang kebijakan-kebijakan Le Pen yang dinilai keras dan anti-imigran [baca: Massa Anti-fasis Menolak Pencalonan Le Pen].
Kemenangan Chirac ini langsung disambut gembira para pendukungnya yang menghadiri dan mendengar langsung penghitungan suara di Lapangan Place de Bastille. Perayaan serupa juga digelar di Lapangan Place de la Republique yang dihadiri ribuan pendukung Chirac. Di tempat ini perayaan juga dihadiri Chirac yang didampingi istrinya Bernadette.
Lain lagi di markas Le Pen. Sebagian besar pendukung tokoh ekstrem kanan ini tak dapat menyembunyikan perasaan kekecewaannya dengan menangis. Namun, sebagian lagi meyakini kalau Le Pen dapat dikatakan menang lantaran berhasil lolos ke putaran kedua. Saat ke luar dari markas Le Pen, ribuan pendukung tetap meneriakkan slogan-slogan pro-Le Pen.(ORS/Idr)
Kemenangan Chirac ini membuat lega para pendukungnya lantaran pada putaran pertama, kandidat lainnya Le Pen berhasil meraih 16,9 persen suara dan membuat Perdana Menteri Lionel Jospin dari Partai Sosialis tersingkir dari pencalonan. Apalagi, kemenangan Le Pen dalam putaran pertama 21 April silam juga memicu gelombang unjuk rasa di kalangan masyarakat Negeri Mode itu. Mereka umumnya menentang kebijakan-kebijakan Le Pen yang dinilai keras dan anti-imigran [baca: Massa Anti-fasis Menolak Pencalonan Le Pen].
Kemenangan Chirac ini langsung disambut gembira para pendukungnya yang menghadiri dan mendengar langsung penghitungan suara di Lapangan Place de Bastille. Perayaan serupa juga digelar di Lapangan Place de la Republique yang dihadiri ribuan pendukung Chirac. Di tempat ini perayaan juga dihadiri Chirac yang didampingi istrinya Bernadette.
Lain lagi di markas Le Pen. Sebagian besar pendukung tokoh ekstrem kanan ini tak dapat menyembunyikan perasaan kekecewaannya dengan menangis. Namun, sebagian lagi meyakini kalau Le Pen dapat dikatakan menang lantaran berhasil lolos ke putaran kedua. Saat ke luar dari markas Le Pen, ribuan pendukung tetap meneriakkan slogan-slogan pro-Le Pen.(ORS/Idr)